7 September 2009

International Literacy Day


International Literacy Day diperingati setiap tanggal 8 September. Pertama kali dicetuskan oleh UNESCO pada 8 September 1964. Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia maka literacy berarti "kemampuan baca-tulis".

Memang sangat gak penting memperingati hari-hari macam gini, tapi memang, sebagaimana peringatan hari-hari besar lainnya, yang kita ambil dari peringatan sebuah hari besar bukanlah tanggal dan label hari besar tersebut.

Berdasarkan data contekan dari Biro Pusat Statistik (BPS) tahun 2006, orang Indonesia yang membaca untuk mendapatkan informasi adalah 23,5 % dari jumlah penduduk total. Nah lo ! Tapi angka hanyalah angka. Gak bisa lah dipukul rata, kemudahan mendapatkan buku di Jawa dan di luar Jawa aja udah beda. Harga buku, pola berpikir masyarakat, pembangunan yg belum merata juga jadi faktor sampe2 muncul angka 23,5 % itu.

But I don't give a f**k buat orang-orang yang gak punya kemampuan mengakses dan mendapatkan informasi dari buku. Blog ini pun gak mungkin diakses oleh orang yang bisa mengakses blog. Jadi tulisan ini ditujukan buat kamu-kamu yang punya kemampuan mendapatkan buku, OK !

Kayak yang sudah saya bahas sebelumnya, mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Dan kata pertama yang diwahyukan Allah pada Muhammad adalah "Iqra' " (jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti "bacalah"). Harusnya kita gak perlu neko-neko ngebacot panjang lebar tentang agama untuk bisa menjadi manusia yang bermanfaat bagi lingkungan, kita terapkan aja kata "iqra' " itu, niscaya kita menjadi manusia yang bermanfaat.

Dan tolong "membaca" dipahami secara lebih luas sedikit gitu. Soalnya masih banyak juga yang yaaaa, cuma membaca. Ada beberapa hal kecil yang kadang mengganggu pikiran saya:

MEMBACA
Tau-tau misalnya ada orang ngomong "kamu sudah baca buku ini belum ? Baca nih, keren !". WTF ?! Saya rasa membaca buku gak ada hubungannya sama keren2an, gaul2an bahkan pinter2an. Kalo niatnya baca buku ya baca aja yang bener, jgn dikasi embel2 yang lain. Dan skali lagi, tolong mengartikan "membaca" secara lebih luas.

MENGHAFAL
Apa cuma perasaan saya ato gimana, orang Indonesia suka sekali menghafal lalu memamerkan apa yang dia hafal. Sejak SD pun kadang-kadang ada himbauan untuk menghafal. Dulu sampai SMP saya juga masih disuruh menghafal Pembukaan UUD '45. Menghafal menjadi sesuatu yang sangat dibanggakan orang Indonesia. Jika kamu hafal maka kamu pintar, dapet nilai bagus dan lalu jadi juara kelas. Kegiatan dan kebanggan menghafal ini pun akhirnya dibawa kemana-mana dan dibawa sampe tua. Akhirnya hal-hal baru yang gak sesuai sama hafalan dianggep gak penting.

MENGAJI
Mengaji ini biasanya hubungannya sama Al Qur'an. Saya gak ngerti kenapa kata yang dipake bukan "mengkaji" saja. Kata "mengaji" udah ada sejak jaman dulu, jaman sebelum ada Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) yang menerangkan bahwa kata yang berawalan huruf K, P, T, dan S akan melebur jadi "meng" jika diberi imbuhan me-. Berarti jaman dulu "mengaji" dan mengkaji" punya makna yang beda dong.
Tapi entah kenapa yang selalu digunakan dalam hal ini adalah "mengaji".

BELAJAR
Saya sangat suka sama kata "belajar" ini. Tapi pada prakteknya belajar = membaca = menghafal. Nah terus buat apa belajar kalo cuma begituan. Kayak yang uda saya bahas juga di postingan yg lalu-lalu, mending belajar itu niru anak kecil, nyoba-nyoba, sambil main dangan didasari pingin tau, bukan karena pingin ranking satu ! Belajar jangan sampe bikin tampang jadi kusam, diem, duduk sampe badan kaku-kaku. Gak menyenangkan.

ULANGAN
Kita seringkali berjumpa dengan yang namanya ulangan ketika kita SD-SMA. 12 tahun kita berkutat dengan ulangan.12 tahun kelulusan dan nilai-nilai kita diukur dengan ulangan, ulangan, ulangan. Cuma sekedar mengulang dan terus mengulang ! Ketika kita menuntut ilmu di jenjang sekolah, kemampuan kita diuji dengan cara mengulang, itu aneh sekali. Apalagi mengulang itu identik dengan kegagalan sehingga kegagalan itu harus diulang ato diperbaiki.

TUGAS
Selain ulangan, tugas juga seringkali dijadiin parameter untuk mengukur kemampuan dan wawasan kita. Tapi entah karena sentimen pribadi ato apa, saya sangat gak suka dengan kata "tugas" ! Kenapa gak diganti dengan kata "karya" aja, ato "paper". Mana bisa orang bangga dengan yang dikerjakannya kalo yang dikerjakan adalah tugas, mana bisa orang semangat mengerjakan tugas, mana mau orang tanggung jawab sama yang namanya tugas. Kalo karya kan otomatis dia berusaha maksimal karena itu karya dia, milik dia, buah dari pencarian dia
terhadap ilmu dan pengalamannya.



Sekian dulu dari saya, selamat membaca dan terima kasih telah membaca.

No comments: