22 October 2009

10 Commandments In The Last 10 Years

Sebentar lagi (menurut aturan penanggalan Masehi) kita pindah dekade lagi. Gak kerasa juga ato kerasa cepet ya saya gak tau. Tapi, yaaaa..., dalam rangka menutup dekade 2000 saya pingin bagi-bagi cerita sedikit. Dibawah ini adalah poin-poin yang bagi saya cukup berarti di dekade 2000 (ini menurut pendapat saya lho ya):
1. MP3

MP3 adalah file yang begitu sesak memenuhi ruang-ruang hardisk komputer saya. Sekitar 90 GB space hardisk saya dedikasikan untuk MP3. Saya rasa itu bukan hal yang luar biasa karena pasti ribuan orang diluar sana juga punya banyak MP3. Para musisi pun pasti juga mendengarkan MP3 (entah di-rip dari CD asli, beli di iTunes Store, dapet dari filesharing ato dapet darimana kek...). iPod pada awalnya juga didesain buat dengerin MP3 and the gang (M4A, WAV, dsb...). Sampai sekarang iPod tetep laku dan makin berkembang...

Di awal tahun 2000an bisnis jualan MP3 di Indonesia juga lumayan rame dan kayaknya menguntungkan bagi para pedagangnya (pembeli pun juga merasakan untung). Sedangkan The Smashing Pumpkins pernah menaruh lagu-lagu dari album Machina II: The Friends & Enemies of Modern Music di official website mereka dalam format MP3. Belakangan Radiohead juga lumayan bikin heboh gara-gara In Rainbows sengaja dibuat agar bisa didonlod sesuka hati oleh semua orang, yang mau bayar ya silakan, yang mau gratisan ya langsung donlod aja gak usa bayar...

Gak tau bakal kayak apa perkembangan MP3 and the gang di masa depan dan saya juga gak mau terlalu repot-repot memikirkanya. Yang penting saya suka MP3, hahaha !
2. Bajakan
Saya suka barang bajakan dan saya sangat mendukung bajakan dan saya tidak malu mengakui bahwa saya mendukung bajakan. Saya beli DVD bajakan, saya membajak ribuan lagu, saya menggunakan software bajakan, saya belajar, bekerja, mencari inspirasi dari barang-barang bajakan...

Saya masih suka heran aja sama orang-orang Indonesia yang sok anti bajakan. Saya gak yakin para musisi gak donlod lagu dari filesharing. Saya gak yakin aktor2 dan aktris2 gak beli DVD bajakan. Ketika Anda membaca postingan ini pun paling-paling di komputer Anda terinstall Windows bajakan. Ya sudah, bajakan itu enak kok, kenapa dilarang ? Mau jadi apa negara ini tanpa bajakan ?

Di luar negeri Rapidshare, Megaupload, Mediafire and the gang juga laku. Orang-orang pun lebih suka membeli account premium dari berbagai merek filesharing daripada buang-buang duit beli software, lagu dan juga film asli. Ya mau gimana lagi, saya gak paham regulasi tentang bajakan, jadi saya ulangi lagi: bajakan itu enak kok, hahahaha...
3. Google
Google memang muncul tahun 1998 tapi waktu itu Yahoo kayaknya masih jadi search engine paling yahud. Tapi sekarang dimana-mana slalu diawali Google, istilah "googling" pun muncul, apa-apa kita temukan di Google, browser merek Google ada, bentar lagi Google Wave muncul juga gak tau lagi bakal kayak apa dunia ini cuma gara-gara Google.

Perkembangan Google makin menjadi-jadi dan bukan tanpa kontroversi. Akhir-akhir ini komplain sering muncul perihal Google Street View yang dinilai melanggar privacy oleh banyak orang. Kegemaran Google mengakuisisi perusahaan juga beberapa kali dikritik. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Google bak Dewa penolong yang selalu siap sedia bagi para pengguna internet sekolong jagat...
4. Global Warming
Suhu bumi makin panas (apalagi saya tinggal di Surabaya). Global warming jadi isu yang sering sekali dibahas di berbagai kesempatan. Film tentang global warming, merchandise global warming, spanduk-spanduk, event-event dsb... Banyak kita jumpai dimana-mana. Kita gak perlu buang-buang waktu terlalu banyak untuk mempelajari penyebab global warming, yang penting gimana caranya setiap dari diri kita masing-masing melakukan sesuatu dari hal yang paling kecil untuk menahan laju global warming.

Kita smua udah tau naiknya suhu bumi dan cuaca yang makin gak karuan sampai bisa merubah peta. Beberapa wilayah merasakan langsung dampak global warming dan sekarang memiliki tampilan yang berbeda jika dibandingkan kondisinya puluhan tahun sebelumnya. Melihat perubahan seperti itu memang menakjubkan tapi juga menakutkan !

Dan ketika para kepala negara dari berbagai penjuru dunia pada pusing ya biarin aja mereka lakukan apa yang mereka harus lakukan. Kita g usah bingung-bingung, buang sampah aja pada tempatnya. Beli kendaraan yang hemat BBM ato apa. Yang sederhana-sederhana aja yang penting kita berbuat walopun itu kecil.
  5. Europea Style Music Video
Keantikan video klip bikinan orang Eropa berbanding lurus dengan musik Eropa yang juga antik-antik dan beragam. Traktor, So Me, H5, Shynola, Jonas Akerlund dan mungkin yang paling fenomenal adalah Michel Gondry adalah nama-nama tukang bikin videoklip (terkadang juga film) yang karya-karyanya antik-antik. Pada awalnya mereka cuma bekerjasama dengan musisi-musisi Eropa macam Justice, Daft Punk, Junior Senior, Royksopp, Radiohead, Blur, Fatboy Slim. Rupanya kombinasi formula director + musisi antik lumayan berhasil menarik perhatian banyak orang. Pada akhirnya director2 maupun studio2 tersebut mulai dilirik musisi Amerika.

Kerjasama dengan musisi Eropa (yang kebanyakan gak mampu tembus chart Amerika) pun berlanjut. U2, Robbie Williams, Paul McCartney, Oasis cuma sedikit dari beberapa musisi Eropa mapan yang juga latah ikut-ikutan minta dibuatkan video klip ke director2 Eropa itu.

Di era 2000an musisi Amerika macam Beck, The Smashing Pumpkins dan The White Stripes seringkali menggunakan jasa director2 asal Eropa tersebut. Musisi hip hop, Kanye West, yang asli Amerika pun belakangan minta dibikinin video ke orang-orang Eropa. Bahkan Madonna gak cuma minta dibikinin klip tapi musiknya sendiri sudah gak terhitung mengadopsi musik electronic ala Eropa. Begitu pula Britney Spears, Christina Aguilera dan bintang pop lainnya. Video musik bikinan orang Eropa memenuhi layar kaca (termasuk juga layar kaca MTV) namun banyak yang gak menyadarinya. Video klip Paparazzi-nya Lady Gaga bikinan Jonas Akerlund itu dapet 5 nominasi MTV VMA taun 2009 barusan !

Sampai sekarang video klip Dance-nya Justice bikinan So Me pasti masih diinget. Ato Star Guitar-nya The Chemical Brothers, Come Into My World-nya Kylie Minogue dan lusinan video klip bikinan Michel Gondry selalu bikin penonton geleng kepala (antara bingung mikirin cara bikinnya atau bingung saking gak pentingnya ?!)...

Di Indonesia sendiri video klip ala Eropa bisa dijumpai di video-video bikinan The Jadugar (sekarang tinggal Anggun Priambodo saja) dan Platoon Theodoris lewat karya-karyanya di video klip Naif, Lain, Sore, Dewa. Tapi gak kayak orang Eropa yang akhirnya berhasil digaet musisi2 Amerika, director2 asal Indonesia ini kayaknya masih dianggep gak menarik oleh industri musik pop tanah air, gak tau kenapa...

Bersambung...



NB:
Maaf ini di preview sama di final post tampilannya beda, saya agak malas mengaturnya, haha...Enjoy your days and thx for reading !

No comments: