9 March 2010

Interupsi !

"Pimpinan, saya mau interupsi, Pimpinan !". Kalimat itu masih terngiang-ngiang di telinga saya gara2 menonton sidang kasus Bank Century beberapa waktu yang lalu. Saya gak taulah urusan politik dan gak pernah mau tau, saya cuma senang liatnya soalnya bagi saya itu lucu, saya suka sekali hal2 lucu.


Kesukaan saya pada hal2 lucu pun akhirnya membuat saya kualat dan pada akhirnya melalui postingan ini saya juga ikut2an ingin menyampaikan interupsi (interupsi yang lebih mengarah pada curhat seperti halnya para politikus di DPR itu, hahaha).


Jadi begini, saya bukan orang yang terlalu ambil pusing dengan perkataan orang lain tentang diri saya. Di sisi lain saya sangat suka mendengarkan berbagai pendapat dari berbagai macam orang pula. Saya suka hal yang warnawarni, saya suka diversity, saya sangat suka keanekaragaman. Namun pada akhirnya saya merasa agak terusik juga tentang perkataan seseorang "ah kamu itu gak punya jati diri", sungguh perkataan yang sangat menarik.


Saya memang suka macam2 musik, saya suka berbagai macam warna, karya bikinan saya berubah2, saya suka Johnny Depp dan Gael Garcia Bernal karena bisa memerankan berbagai macam karakter (bahkan saya heavily inspired oleh Ripley yang bisa menduplikat karakter orang lain), saya suka tokoh Mystique di komik X-Men karena bisa berubah jadi apa saja, belakangan ini saya juga suka Johann Cruijff sang legenda sepakbola Belanda yang suka berpindah2 posisi dan mencetuskan teknik Cruijff Turn di dunia sepakbola (lalu ditiru banyak orang sampai sekarang). Saya suka berexperimen.


Bagi saya berexperimen itu gak ada hubungannya dengan jati diri, gak ada hubungannya dengan gender, agama, ras ato apapun. Dan pegangan saya untuk berexperimen adalah kalimat ajaib dari kitab suci agama yang saya yakini, yaitu (klo diterjemahkan): "Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu". Saya gak pernah mau jadi orang yang sampai mati begitu2 terus, bikin karya begitu2 terus, dengerin musik yg begitu2 terus, baca buku yang itu2 aja, bergaul dengan orang yang itu2 aja, berpakaian yang itu2 aja, mengerjakan tugas/pekerjaan yang sama. Mau jadi apa saya klo hidup saya statis dan begitu2 saja ?


Saya tidak pernah bermaksud menyombongkan diri tapi beneran deh bagi saya orang yang stuck di satu tempat itu sangatlah gak penting ! Lebih parah lagi kalo stuck itu dikarenakan dia gak bisa menghargai macam2 hal menarik yang ada di dunia ini, melakukan hal yang sama berulang2, gak mau mencoba hal yang baru lalu terjebak di zona nyaman. Bagi saya orang yang seperti itu sungguh jauh lebih sombong karena dapat diartikan dia sudah puas dan bangga dengan apa yang dimilikinya. Manusia ini cuma makhluk bodo dan miskin, sama sekali gak patut membanggakan diri, maka dari itu banyak2lah mencoba dan mencari tau...


Berexperimen + mencari tau juga sama sekali gak ada hubungannya dengan 'gaya'. Silakan kamu bayangkan kalo Ibrahim ngikut aja sama Bapaknya, dia juga akan jadi penyembah berhala sampe mati. Tapi nyatanya Ibrahim terus2an berusaha mencari tau dan akhirnya memutuskan untuk meninggalkan berhala (dan lalu malah menghancurkannya). The Beatles cuma akan jadi 4 orang pemuda idiot kalo mereka mengulang2 musik yang sama sepanjang 8 taun perjalanan karir mereka. Tapi pada kenyataannya musik mereka berubah2 terus dan perubahan itu sama sekali bukanlah gaya, perubahan itu mengikuti proses pencarian mereka terhadap bentuk2 ideal yang gak akan pernah ada habisnya.


Saya gak pernah percaya dengan perkataan "ya begini ini karakter saya" ato "itu salah, yang bener tuh yang kayak gini". Proses pencarian itu dilakukan sampe mati, sungguh menyedihkan kalo di usia masih muda kita sudah menyerah lalu dengan sok-nya berbicara seperti itu, sudahkah kamu mencoba berbagai kemungkinan yang tersedia di dunia ini ? Benar ato salah itu bukan pada proses dan hasil akhir, benar salah cuma ada pada niat !


Terkutuklah T'sai Lun sang penemu kertas jika dilihat dari dampaknya yang membuat banyak pohon bertumbangan demi produksi kertas, tapi kalo diliat dari sudut pandang lain ternyata dampak positifnya juga sangat banyak. George Harrison sempat dibilang nyeleneh dan bahkan sesat ketika memasukkan elemen musik dan lirik ketimuran (skaligus spiritual) ke dalam musik pop (Harrison akhirnya memeluk agama Hindu lalu abunya ditebar di Sungai Gangga di India ketika dia telah wafat). Tapi di sisi lain musisi2 lain juga mengikuti jejaknya memadukan elemen musik timur-barat lalu memainkannya di panggung dengan 'gaya', pathetic !






Saya rasa ketikan saya diatas cukup jelas dan mudah dipahami. Ya, itulah tadi interupsi saya yang juga sekaligus curhat, hahaha. Saya harap interupsi saya barusan cukup didengar dan berguna bagi kamu2 yang membacanya.

No comments: