2 April 2010

Fritz Lang's Metropolis

Saya gak peduli orang mau ngomong apa yang jelas saya sedang menggemari film-film klasik kontemporer Eropa. Setelah beberapa waktu lalu mengoleksi film experimental psychedelic dan film-film visual generated music di era awal '40an karya John Whitney dan James Whitney sekarang saya begitu menggemari film-film Eropa Barat yang menjadi pioneer di jamannya. Ballet Mécanique dan The Cabinet Of Dr.Caligari adalah dua diantara film-film klasik Eropa Barat yang sudah saya miliki, dua film tersebut sangat fresh dan beberapa teknik sederhananya masih digunakan atau bahkan di-homage sampai sekarang.


Hingga pada akhirnya saya memiliki film terkenal karya Fritz Lang: Metropolis. Film legendaris ini dibuat pada tahun 1927 di German (dan tentu saja Fritz Lang adalah seorang German). Film dengan setting futuristis ini menceritakan kekacauan di sebuah negeri dystopian. Esensi cerita film ini terinspirasi dari keadaan German pada saat itu yang sedang dalam masa transisi dari bentuk negara Imperial (kerajaan) menjadi negara dengan basis parlemen. Kekacauan dan pertentangan timbul dimana-mana, setiap warga negara cenderung apatis dan memikirkan keuntungan masing-masing sedangkan -seperti biasanya- masyarakat kelas pekerja kesusahan dan dijadikan alat untuk menggapai kepentingan-kepentingan tertentu.


Walopun film ini adalah film bisu namun film ini punya set yang sangat luar biasa bagus dan kompleks (dan didukung dengan music scoring yang juga gak kalah kompleksnya). Dengan cerita yang juga kompleks, bagi yang tidak menyadarinya Fritz Lang juga mengambil reference postmodern maupun biblical sebagai media untuk menyalurkan pemikirannya ke dalam film Metropolis ini.


Highly recommended. Saya sendiri mengangap Metropolis sebagai salah satu dari 2 film paling oke sekolong jagat (film yang satu lagi adalah Dogville karya dari Lars Von Trier).

Oke, sekian dulu sharing-sharing filmnya, sampai jumpa di lain kesempatan...

No comments: