4 May 2010

Hari Mendidik-kan

Saya sering takjub melihat anak2 jaman sekarang yang sudah bisa ini itu: selepas balita uda bisa bahasa Inggris, lancar make komputer, masih SD uda punya band, SMP uda gaul, gemar bikin karya, SMU uda pintar diskusi ato bahkan bisa menginspirasi orang lain untuk berbuat sesuatu yang positif. Saya salut sekali.


Bagi saya kenyataan di atas adalah hal yang sangat membanggakan dan merupakan dampak kerja keras dari orang-orang terdahulu juga. Dan dampak itu kayak jurang yang membuat pemuda jaman sekarang seperti kita bagai bumi dan langit dengan orang2 terdahulu kita dimana org2 dulu berkembang dengan sangat lambat. Pemikiran anak muda jaman sekarang jauh lebih dinamis ato lebih tepat disebut 'lebih cepat + kilat' ?


Pemikiran serba cepat itu sendiri kayaknya jadi bumerang buat sebagian dari kita dan hasilnya adalah sekumpulan anak muda yang cuma mau cepat, 'cepat', udah itu aja. Saya sendiri bisa digolongkan ke dalam hitungan 'muda' dan saya juga merasakan itu. Tapi sungguh menyedihkan kalo kita melihat sesama+adek2 kita cuma mau cepat saja dan pada akhirnya kita hanya meminta2 karena pingin 'cepat'.


Pingin bisa ilustrasi aja minta referensi, pingin mp3 minta, pingin film ya minta. Lebih parah lagi: ingin memutuskan sesuatu sendiri aja susah kalo gak diintervensi orang lain. Gak jelas jati dirinya. Tanpa bermaksud merendahkan, menurut pendapat saya adalah lebih baik kalo diri kita diisi dengan pengetahuan yang kita dapat dari hasil pencarian kita sendiri. Sekarang jaman teknologi sedang gila2an, bukan main gampangnya nyari info dari internet, nyari lagu, buku, film dan lain sebagainya. Dengan kemudahan yang diberikan Tuhan pada manusia pada saat ini kenapa kita malah bermalas2an dan meminta2 ? Kalo meminta yang susah dicari sih wajar dan sangat dianjurkan tapi kalo cuma sekedar 'cari referensi gambar anatomi manusia dimana ya ?', 'gaya desain itu apa aja ?'... C'mon guys, itu pertanyaan2 konyol yg sederhana, kalopun kesulitan kan mata kita punya akses 24 jam ke Google !


Enak dah gak perlu ke warnet lagi soalnya internet murah, sms murah, telfon murah, majalah impor bertebaran, toko buku tambah banyak, kurang apalagi ? Kita generasi beruntung dibandingkan dengan orang2 pendahulu kita yang untuk mengetahui balasan cinta aja harus menunggu Pak Pos datang, belajar anatomi buat nggambar + mematung harus bongkar mayat + nyewa model, bikin animasi harus manual, cari referensi harus ke warnet yang koneksinya lelet + komputernya bervirus, pingin punya lagu harus beli piringan hitam + alatnya ribet. Bersyukurlah kepada Tuhan dan majulah melebihi orang2 pendahulu kita !


Saya tidak bermaksud sok2an, menggurui atau bahkan menghakimi, saya hanya ingin berbagi pikiran saya dengan kalian. Dan saya juga tau sistem pendidikan di Indonesia memang agak aneh, hasilnya adalah robot2 yang berorientasi hasil, pingin cepat + tidak mau repot. Contoh sederhana adalah Ujian Nasional, wong cuma ujian gitu aja semuanya apda heboh di FB + Twitter, takut gak lulus lah ato gimana. Tolong deh, gak masuk akal kalo dapet nilai rata2 UNAS 5,5 aja gak bisa ! Untuk mencapai 5,5 itu cuma harus bener separuh lebih sedikit, masa gitu aja gak bisa + sampe ngedumel kesana kemari.


Kalopun sistem pendidikan yang ada tidak membuat nyaman diri kita ya kenapa gak bikin sistem sendiri di kepala kita ? Kita doktrin aja diri kita sendiri bahwa motivasi belajar kita adalah karena rasa ingin tau bukan karena ingin nilai. Saya juga pernah mengajar, saya juga pernah punya murid. Dan sebagai seorang Muslim yang pertama kali saya tekankan pada teman2/murid2 saya adalah IQRA' (bacalah). Ingatlah bahwa perintah pertama Allah kepada Muhammad adalah MEMBACA dan dapat juga ditafsirkan lebih luas menjadi MENCARI TAU. Gak perlu banyak omong ttg ini itu, ikuti aja perintah itu dan buatlah kaum Muslim menjadi kaum yang maju + berpengatahuan, gak cuma minta2, gak cuma mengemis dan dicap tak berbudaya !


Jangan gampang buntu lalu mengumbar keluhan di dunia maya, jangan pernah mau jadi lemah ! Dapet PR/tugas ngeluh, kena guru/dosen killer ngeluh, ada ospek ketakutan + bikin laporan yang gak jelas kebenarannya, kena panas jadi males ke sekolah/kuliah, cinta ditolak lalu bunuh diri, MEMALUKAN ! Jangan cuma bisa mengeluh, jangan mengeluh selama yang kita keluhkan masih bisa kita ubah dengan tangan kita sendiri !


Carilah pengetahuan sebanyak mungkin dan jangan pernah sekali2 terlintas dalam pikiran kita 'Saya pingin bisa bikin karya seperti itu', 'aku pingin kayak gitu', 'aku pingin pitar seperti dia'. Jangan pernah mikir pingin sama seperti orang lain + jangan pernah mikir nanti bakal gagal ato gimana, yang penting adalah mencari pengetahuan sebanyak2nya lalu menggunakannya di kehidupan sehari2.


Selamat memperingati Hari Pendidikan, maap telat. Btw, istilah Hari Pendidikan diganti saja karena gak penting, menurut saya yang lebih penting itu mendidikkan (membuat jadi lebih terdidik), jauh lebih penting dan jauh lebih susah juga tentunya. God bless you all, thx for reading.

No comments: