13 May 2010

Piece Of Eden

Piece Of Eden - Assassin's Creed.

Sebelum dimulai ada baiknya saya kasih note di awal postingan ini: Bahwa sebelum membaca postingan ini tolong bedakan antara Tuhan, agama, dan atribut2 serta simbol agama.


Sebetulnya ini bisa dikategirukan sebagai 'happening', betul, saya bisa dibilang lagi happening game Assassin's Creed II yang saya mainkan baru2 ini. Sebelumnya saya sudah memainkan Assassin's Creed (AC) I di taun 2008. Sebagai penyuka sejarah + seni + agama tentu saya sangat menggemari game ini.

AC I cukup kontroversial di awal kemunculannya dengan setting Jerusalem-nya dan kemunculan beberapa tokoh nyata sebagai karakter game. Juga dengan dimuatnya simbol2 agama Yahudi + Nasrani + Islam sekaligus disertai intepretasi dari beberapa teori konspirasi yang berlangsung hingga sekarang membuat game ini semakin menarik untuk disimak. Game ini pun sukses dari segi kritik maupun segi komersial.

Namun itu semua tidaklah seberapa jika dibandingkan dengan kemunculan sequelnya, AC II. Tokoh2nyata yang luar biasa populer seperti Leonardo Da Vinci, Niccolo Machiavelli ditampilkan sebagai karakter game. Paus Alexander VI bahkan menjadi sosok antagonis utama dan belakangan masalah ini mendapat reaksi dari Vatican. Tapi diluar tokoh2 yang telah disebutkan tadi ada 3 tokoh yang paling sentral dalam cerita game AC II ini, 3 tokoh ini juga adalah tokoh2 yang menjadi sebab segala sejarah di muka bumi yaitu God + Adam + Eve (Hawa).


Diceritakan dalam serial AC bahwa Tuhan menciptakan Adam + Eve lalu menempatkannya di Garden Of Eden (surga). Jika para gamers berhasil memecahkan semua tekateki (berjumlah sekitar 20 buah) maka akan dapat membuka video yang disebut The Truth, di video itu terlihat Adam + Eve sedang melarikan diri sambil membawa Piece Of Eden, usaha pelarian mereka terhenti saat mereka sampai di puncak bangunan tinggi dengan setting background gunung Kilimanjaro di Afrika. Watch the video:




Piece Of Eden adalah sebuah benda yang memiliki kelebihan ekstrem namun hanya orang2 tertentu yang bisa menggunakannya (dalam versi AC II para pemilik Piece Of Eden diantaranya Jesus, Moses, Perseus, Gandhi, Joan Of Arc, Buddha, George Washington dan sosok2 ternama lainnya). Benda inilah yang sampe sekarang menjadi rebutan dan menjadi sumber segala kekacauan di muka bumi. Video The Truth memiliki koneksi dengan scene The Vault (stage terakhir dalam game setelah Ezio membunuh Pope Alexander VI di Castel Sant'Angelo, Roma, Italia) dan dijelaskan bahwa pencipta manusia adalah entitas kuno, mereka pula yang menciptakan Piece Of Eden. Jupiter dan Minerva adalah beberapa sosok entitas kuno tersebut dan manusia2 jaman dahulu menyebut mereka dengan sebutan 'Dewa'. Watch the video:




Saya sendiri tidak terlalu merisaukan kontroversi Tuhan + Adam + Eve + Piece Of Eden itu, game hanyalah game, begitulah. Saya sendiri sering mengintepretasikan Piece Of Eden sebagai Ultimate Knowledge, pengetahuan universal yang bisa membuat manusia memahami kehidupan jika manusia mau. Sebagai muslim pun mencari pengetahuan adalah kewajiban utama (saya sudah sering membahas masalah ini).

Manusia kuno bisa menyembuhkan sesama, bisa menggerakkan benda dari kejauhan, bisa mengatur navigasi dengan bantuan bintang2, bisa membuat karya seni + bangunan yang begitu indah + memorable, manusia2 kuno betul2 luar biasa. Lebih hebatnya lagi kita tau mereka semua sangat ingin mencari Tuhan (namun dengan keterbatasan spiritual mereka menganggap Dewa adalah Tuhan), apapun yang terjadi di sekitar selalu membuat mereka ingat akan Tuhan. Itu adalah sisi positif, kenapa kita tidak meniru mereka ? Kenapa kita tidak bersemangat mencari tau + berkarya + berbakti pada lingkungan tapi selalu ingat Tuhan. Yg kita ingat hanyalah 'eksis' + 'keren' + 'gaul'...Orang2 kuno itu bikin Piramid dengan folosofi 'saya ingin mati dalam keadaan dekat dengan Dewa2', maka dibikinlah Piramid yg artistik gila2an, presisi dengan pergerakan bintang2 hanya untuk para 'Dewa'. Pernahkah kita bikin karya untuk Tuhan ? Gak perlu karya yg aneh2, setidaknya hanya sebagai bentuk kekaguman + kecintaan kita pada Tuhan...

Back to topic: Dalam versi yang dimiliki oleh kesemua Abrahamic Religion bahwa Tuhan melarang Adam + Eve mendekati atau bahkan memakan sebuah 'buah' (dalam berbagai literatur ada yg menyebutkan buah pengetahuan, buah keabadian, apel, anggur dan lain sebagainya). Nah, sampe sekarang saya tidak terlalu paham konsep 'buah terlarang' dan hubungannya dengan 'dosa' serta 'diusirnya Adam + Eve dari surga ke bumi'.

Di Al Baqarah 35 disebutkan: 'Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim'. Ada tafsir yang memahami 'pohon' sebagai 'pertumbuhan'. Jika dihubungkan dengan dampak setelah berinteraksi dengan 'pohon' adalah 'terlihat aurat masing-masing' maka beberapa kalangan menafsirkan 'pohon' sebagai 'hubungan badan'. Tapi apakah 'pohon' adalah 'hubungan badan' ? Waktu itu status Adam + Eve adalah suami istri lalu kenapa mereka tidak boleh berhubungan badan ?

Karena keterbatasan pengetahuan saya sampe skg saya gak tahu (dan kayaknya gak akan pernah tau) makna spesifik dari larangan Tuhan kepada Adam + Eve itu. Atau mungkin konsepnya seperti Doctor Parnassus yang sudah enak mencapai kesempurnaan tapi turun ke bumi karena tergoda rayuan demon/setan ? Saya juga gak tahu, hahaha...

Saya gak mau mati sia2, saya pingin meninggalkan sesuatu yang bermanfaat kalo saya mati nanti. Kalo tubuh saya sudah habis diurai bakteri saya masih ingin roh saya bertemu Tuhan. Maaf kalo ada salah2 kata di postingan ini, Wallahu 'alam. Yang minat pingin main Assassin's Creed bisa liat trailernya dulu dibawah ini, sekian dan terima kasih.




Vita incerta, mors certissima. Happy birthday for me :)

No comments: