1 August 2010

Death (i): Questions For The Millions


Disini saya hanya akan menyebutnya dengan Death saja. Setahu saya Death adalah full album ke-2 Lull, band alternative rock yang masih bau2 Surabaya juga.

Membandingkan Body & Soul (album pertama Lull) dengan Death adalah hal yang bodoh sebagaimana membandingkan album2 karaya musisi lain juga. Tapi menurut saya Body & Soul punya musik yang lebih accessable daripada Death, namun, anehnya ya, Death berasa lebih tebel di telinga saya. Dan karena saya selalu menyukai album dengan konten yang tebel maka saya suka Death.

Saya gak terlalu tahu tentang teknis rekaman dan produksi sound dan semacamnya-lah. Tapi saya betul2 menikmati suara2 yang dimiliki album ini. Mungkin karena pengaruh salah satu personelnya yang jagoan sound (Yonathan Vanco) dan berpengalaman membantu mengerjakan album dari para musisi independen Jakarta maupun musisi dari major label. Dan faktor Vanco juga yang membuat saya memberi slot di blog saya ini untuk me-review Death. Ya, Vanco adalah alumni SMA Negeri 2 Surabaya dan tentunya saya berharap penikmat musik di Surabaya mengetahui eksistensi Lull, yang mirip seperti Friday, agak dilupakan oleh rekan2 di Surabaya sendiri.

Secara musik saya merasakan ada rasa Nine Inch Nails + Depeche Mode di era Violator (selain tentunya influence dari 90's alternative music ya). Di kuping berasa gimanaaaa gitu, agak industrial tapi gak2 penuh2 amat distorsinya. Rock.

Bagi kalian (khususnya yang berdomisili di Surabaya) yang berminat membeli CD Death bisa mendapatkannya di Blackbird CoffeePancakes Jl. Imam Bonjol 125, Surabaya. I hope you like it. Dan jangan lupa nantikan sequel dari Death yang semoga bisa kalian dapatkan akhir tahun 2010 ini.

Thx for reading, enjoy your days :)


2 comments:

rouju said...

Thnx infonya. Tapi gw masih ragu buat beli CD-nya. Bagus ga? Kalo pake skala angka berapa?

Radit said...

Saya kasih 7,5.