16 September 2010

Exogenesis



Exogenesis, istilah yang sangat familiar bagi penggemar sci-fi, penggemar teori2 creationism, dan penggemar band Inggris bernama Muse! Hahaha. Memang, lagu berdurasi 12 menitan yang dibagi jadi 3 part itu mengisahkan pandangan Matthew Bellamy akan teori exogenesis. Tapi apa sebetulnya exogenesis itu? Exogenesis adalah salah satu teori yang mengatakan bahwa bentuk kehidupan di bumi berasal dari suatu tempat selain bumi. Tapi exogenesis tidak menjelaskan dimana letak tempat tersebut dan bagaimana caranya kehidupan itu bisa sampai di bumi.

Namun dalam kenyataannya banyak orang memandang exogenesis lebih sempit lagi yaitu tentang bagaimana kemunculan peradaban spesies manusia di muka bumi dan tidak lagi bicara tentang awal kemunculan kehidupan di bumi.

Exogenesis yang merupakan teori turunan dari panspermia memiliki asal usul yang asal-asalan, ato bahkan mungkin bisa disebut ngawur! Jadi begini, awalnya hanyalah akumulasi dari pertanyaan2 yang terdengar kacangan dan tidak ilmiah: "Eh, kenapa ya kok bentuk dan pakaian para raja di gambar2+hieroglyph2 itu selalu lain dari rakyatnya?", "kenapa ya kok orang2 kuno itu suka menyembah beragam dewa yang katanya berasal dari langit?", "kok orang2 kuno itu bisa membangun peradaban yang canggih begitu, darimana pengetahuannya?", "bangunan2 jaman kuno itu kok hampir selalu related sama astronomy ya?"... Pertanyaan2 semacam itu adalah pertanyaan level anak SD, hahaha.

Ilmuwan yang mendukung exogenesis menyebut para pencetus peradaban sebagai cosmic ancestry. Gak jauh beda dari manusia2 kuno yang menyatakan bahwa dewa-lah yang mencetuskan peradaban manusia. Argumen yang bermunculan untuk mendukung teori ini ya mengikuti catatan sejarah peradaban2 ter-awal yang bisa direkam sejarah terutama dari sumber peradaban Semit seperti Mesopotamia dan turunannya (Sumeria, Akkadia, Babylonia, dsb) dan Mesir. Kesemuanya menyatakan bahwa pengetahuan untuk membangun peradaban berasal dari dewa2. Sederhana ya.

Lalu kenapa ada aja ilmuwan yang mendukung exogenesis, bahkan belakangan exogenesis ini semakin populer! Sebetulnya rujukan utamanya adalah kitab suci dari Abrahamic Religion (Yahudi, Nasrani, Islam). Exogenesis tidak menampik bahwa Adam adalah sebuah ciptaan. Namun dia menerangkan bahwa pengetahuan yang diperoleh manusia untuk membangun peradabannya bersumber dari divine being (Tuhan, dewa, malaikat, spirit dan apapun bentuk divinity itu). Seperti halnya pemahaman Adam tentang nama2 dan fungsi yang diberikan langsung oleh Tuhan. Tapi lupakanlah sejenak soal Adam karena masih belum ada bukti tentang keberadaan Adam itu sendiri yang memungkinkan manusia untuk menarik dan menghubungkannya dg awal peradaban.

Kita mulai dari Sumeria selaku peradaban tertua yang bisa direkam oleh sejarah (berawal sekitar 6000 BC dan berlangsung selama sekitar 3000 tahun, wow!). Masyarakat Sumeria meyakini bahwa peradaban mereka dibangun langsung oleh dewa bernama Enki (disebut sebagai Ea dalam peradaban Akkadia dan Babylonia). Enki adalah dewa super yang menguasai langit dan bumi, wujudnya adalah seorang pria dengan baju zirah yang terbuat dari sisik ikan. Jadi selain menguasai langit dan bumi dia juga dianggap mewakili essence kehidupan (air). Dikisahkan Enki (sebagai dewa terkuat) dan beberapa dewa lain (Enlil, An, dsb) menciptakan "black-headed people", black-headed people inilah manusia. Para dewa pun turun ke bumi dan membangun langsung peradaban bagi manusia ciptaannya (dalam hal ini peradaban yang dimaksud adalah beberapa kota besar Sumeria kuno).

Kerjasama para dewa dengan manusia berjalan mulus. Raja pertama Sumeria bernama Alulim memerintah pada 28000 BC (tahun 28000 BC ini adalah kisah yg terdapat pada tablet sejarah Sumeria sedangkan bukti tertua sejarah Sumeria sendiri berawal sekitar 6000 BC). Alulim sendiri digambarkan sebagai manusia setengah dewa yang ke-raja-annya diturunkan langsung dari langit. Menurut William Hallo, Alulim comparable dengan Enosh (cucu Adam melalui Seth). Dikarenakan kemampuan kedualnyanya yang semi-divine yaitu Alulim (pengetahuan via dewa2) dan juga Enosh (via Seth yang merupakan satu2nya anak Adam yang digambarkan menguasai astronomy, arsitektur dan meramal melalui divine knowledge menurut Genesis). Dalam mitologi Mesir kuno Set adalah dewa yang selevel dg Horus, orang Yunani kuno menyebutnya Seth. Dan penggemar film2 Nicolas Cage pasti juga tahu karekter Seth yang dia mainkan dimana Seth adalah malaikat yang "terjun" menjadi manusia.

Kehidupan mapan dan damai terus berlangsung hingga tibalah di suatu titik dimana para manusia merasa diperdaya. Manusia2 membangkang dan para dewa memutuskan untuk menghukum dengan menurunkan banjir besar. Enki mengutus raja Sumeria pada saat itu, Ziusudra, untuk membangun kapal raksasa guna menyelamatkan hewan2 dan manusia2 yang masih mencintai dewa2nya. Banjir reda setelah 7 hari 7 malamdan manusia2+hewan2 yang terselamatkan memulai kembali kehidupannya. Berikut ini kronologi bible, buat reference aja, hehehe (dalam hal ini adalah Hebrew bible): Chronology of Bible

Peristiwa banjir besar itu dikisahkan sekitar 18000 BC (menurut sejarah kuno Sumeria). Kehidupan baru diawali dengan kurban yang dilakukan Ziusudra kepada para dewa. Cerita banjir ini begitu umum dan mirip dengan cerita banjir Nabi Nuh ya. Juga berkorelasi dengan kitab Genesis yang menyatakan bahwa Nuh melakukan kurban kepada Tuhan setelah berhasil menyelamatkan hewan2 dan manusia.

Itu tadi adalah sekilas tentang mitos penciptaan peradaban Sumeria. Naik turunnya peradaban Sumeria dilanjutkan dengan Akkadia dan dilanjutkan lagi dengan Babylon. Dalam rentang waktu yang panjang tersebut Bible menceritakan bahwa setelah kejadian banjir besar maka manusia yang terselamatkan membangun kembali peradabannya. Peradaban yang dibangun lebih advance daripada peradaban sebelumnya. Masa pertengahan Babylon dengan dewa2nya adalah masa renaissance ya, era keemasan ini membuat manusia stuck pada zona nyaman dan mulai takabur.

Di Al Baqarah disebutkan bahwa Tuhan mengutus sepasang malaikat, Harut + Marut, untuk mengajarkan magic/sihir kepada kaum Babel. Konon tujuan Tuhan mengirim dua malaikat ini adalah untuk menguji keimanan kaum Babel apakah kaum Babel ini terbuai oleh kehebatan magic atau tetap mengingat Tuhan. Mudah ditebak, kaum Babel dg mudah menyerap magic yang diajarkan Harut + Marut dan mulai jadi besar kepala. Konon magic ini sebetulnya sangat berdampak baik pada pesatnya pembangunan peradaban dan kebudayaan Babel namun lebih banyak disalahgunakan hingga akhirnya Tuhan marah lalu menghancurkan Babel.

Kalo dalam kitab Genesis dikisahkan Tuhan sengaja mencerai-beraikan manusia yang bermukim di Tower Of Babel menjadi beragam ras agar manusia mau merenung dan saling berkomunikasi.

Dalam agama Islam keterlibatan Harut + Marut dalam peradaban Babel memang agak kontroversial dan mengundang multi-interpretasi disebabkan rancunya definisi "magic" yang konotasinya lbh dekat dengan "black magic" daripada magic itu sendiri.

Sebelumnya dalam Genesis juga beberapa kali diceritakan tentang malaikat2 yang turun ke bumi (fallen angels) lalu menyampaikan pengetahuan kepada manusia. Bahkan di Genesis juga diceritakan tentang malaikat2 yang mencuri istri2 manusia untuk diberi pengetahuan tentang baik dan buruk (seperti cerita buah pengetahuan yang melibatkan Adam + Eve). Spekulasi lain yang juga terkenal tapi konyol adalah percampuran manusia-malaikat yang melahirkan keturunan berintelektual+spiritual diatas rata2. Yeahh, yang satu ini sangatlah aneh klo menurut saya...

Konsep diatas juga terdapat di mitologi Yunani tentang asal muasal peradaban manusia yang diawali oleh Titan, divine beings yang sudah dulu ada sebelum dewa2 Olympia berkuasa. Dan juga terdapat kemiripannya dengan seperti yang diceritakan diatas, dewa2 pembangun peradaban kuno Sumeria. Mungkin juga Yunani (dan juga Mesir yg tentunya akan sangat panjang klo dijelaskan satu2) selaku peradaban yang lebih muda ter-influence oleh cerita2 dari Sumeria, saya juga nggak tahu. Sedangkan korelasinya dengan kitab2 suci agama samawi malah saya lebih tidak tahu lagi (kayaknya jaman skg lbh enak ngomong gak tahu daripada ntar blakang2nya dicap sesat, hahaha).

Konsep divine intervention dalam kehidupan manusia ini juga dibawa2 kedalam ke-messiah-an dimana kekacauan yang diperbuat manusia akan diselesaikan oleh campur tangan Tuhan. Seperti juga dongeng planet Nibiru dari budaya Babylon, dimana Nibiru selaku "kendaraan" dewa Marduk yang akan "melintas" lagi dan me-restart peradaban manusia kembali ke fitrahnya. Dalam budaya pop kerinduan manusia kepada cosmic ancestors-nya dituangkan dalam Exogenesis Symphony oleh Muse. Juga dikemukakan secara gamblang oleh Minerva di ending Assassin's Creed II. Komik Starship Troopers juga sangat mengadaptasi induk exogenesis (panspermia) yang semakin populer setelah dijadikan film layar lebar.


Dan cerita2 seperti diatas itu-lah yang diadopsi oleh exogenesis namun karena "malaikat", "spirit" dan "dewa" sounds agak terlalu naif ya maka yang populer adalah pengetahuan tersebut diajarkan oleh "alien" dari luar angkasa. Dan dengan gampangnya dikaitkan dengan bangunan2 astronomical seperti Pyramid di Mesir dan Amerika Selatan, Nazca Lines, Stonehenge dan situs2 sejarah kuno lainnya. Ya, exogenesis adalah jalan pintas dalam menjelaskan datangnya pengetahuan besar seperti matematika, astronomy, arsitektur dan magic dalam peradaban manusia.


Saya sendiri sebagai pecinta sci-fi dan sejarah penciptaan versi Kitab Suci bisa dibilang asik2 aja sama exogenesis ini. Tentu asik ya karena kita bisa bebas berspekulasi dengan agama dan dongeng2 toh kalo diperdalam lagi sejauh ini ya begitu2 saja mentoknya. Okedeh, saya sudah mengantuk ini saya mo tidur dulu. Bagi kamu2 yang percaya alien sebetulnya kisah penculikan alien itu belum pernah ada buktinya lho. Tanya kenapa? Hahaha...




"Ex nihilo nihil fit" - Parmenides

2 comments:

moi et toi said...

dewa berbaju zirah bersisik..

reptilia?? banyak teori yang bilang gitu juga bukan dit?

Radit said...

Ypi, reptilia + dewa2 bersisik/berarmor.