20 September 2010

Program Satu Bulan Satu CD

Dengan congkak dan tanpa rasa malu saya menyatakan bahwa saya adalah pembajak mp3 kelas kakap. Betul, sudah beberapa tahun ini saya melakukan pembajakan karya musik luar maupun dalam negeri dengan cara mendownload-nya via internet. Tetapi tentu saya melakukannya karena ada hal yang melatarbelakangi.

Hingga tahun 2005 saya masih aktif membeli kaset/CD musik dengan frekuensi kira2 2x dalam sebulan. Kaset2 saya pun menumpuk hingga berjumlah seratusan lebih. Saking banyaknya saya kadang lupa menaruhnya dimana, tercecer di kamar dan ada pula yang raib tak tahu rimbanya.

Seiring berjalannya waktu era kaset-pun berlalu, kaset menjadi barang bersejarah yang tidak bisa lagi didapatkan di toko2 musik. Toko2 musik menjual CD dengan harga yang tentu lebih mahal daripada kaset. Tapi bukan disitu poinnya. CD2 musik dari musisi yang kurang populer jadi makin susah didapatkan. Fenomena ini berbanding lurus dengan naik daunnya sistem RBT yang membuat beberapa musisi agak ogah2an membuat full album (khususnya musisi Indonesia). Bayangkan, hanya dengan 1 lagu aja untungnya (barangkali) uda oke, se-oke bikin full album di era dulu.

Band2 "sejuta kopi" macam Dewa, padi, Sheila On 7, Jamrud uda lewat masanya. Sedangkan band2 baru banyak yang malas2an. Sedangkan karya dari musisi2 luar negeri semakin terlupakan karena kurangnya sosialisasi dari media terutama TV, sangat bertolak belakang dari era MTV di 90an. Maka toko2 musik jadi sekarat: Ada yang menutup cabang, ada yang menyewa tempat yang lebih kecil ato bahkan tutup sama sekali!

Bersamaan dengan itu era internet semakin menggila. Filesharing, streaming dkk... memudahkan manusia untuk mendapatkan yang mereka mau tak terkecuali dengan musik. Bisa dibilang 90% dari musik yang ada di hardisk saya adalah hasil donlodan. Lha gimana, mau beli CD ini gak ada, CD itu gak ada. Ya kalo ane kaya gitu ane pesen dari luar negeri dah. Memang beli album via iTunes dkk bisa, tapi kita gak dapet format fisiknya kan?

Belakangan saya jadi prihatin juga sama keadaan yang kayak begini. Maka dari itu sejak Maret tahun 2010 kemaren saya mencanangkan "Program Satu Bulan Satu CD". Program ini saya fokuskan terutama untuk produk musik dalam negeri, dan alhamdulillah sejauh ini berjalan lancar. CD yang sudah saya beli antara lain dari Friday, Lull, Tika, Bite, Sarasvati, Jenny dan Frau. Sebetulnya bukan berarti dalam 1 bulan saya harus beli 1 CD, itu cuma angka minimal aja, kalo bisa beli lebih ya lebih baik hehehe...

CD yang saya beli kebanyakan dari musisi independen ya. Gak ada niatan harus begitu sih tapi karena kemasan album mereka bagus2 jadi saya tertarik. Beberapa diantara album yang saya beli itu bahkan nggak saya putar CD-nya. Ya cuma beli aja lalu saya simpan baik2 biar gak rusak dan lagunya saya tetep donlod dari internet (kalo ada). Sampe saat ini kemasan album dari Mocca (Dear Friends), Tika And The Dissidents (Headless Songstress), Frau (Starlit Carousel) dan Sarasvati (Story Of Peter) adalah favorit saya. Semuanya sangat nggak biasa. Berikut ini saya cantumkan beberapa fotonya ya (maap ini difoto diatas sprei saya yang motif bunga2, hahaha):

Bite (Self Titled)
Packaging CD musisi indie label Indonesia.Bite ini band-nya Rebecca Theodora yang dulu pernah populer bersama Rumahsakit, The Upstairs dan juga Goodnight Electric. Kemasan albumnya terbuat dari semacam karton 2mm dan ada ilustrasi cat air hitam-putih yang menyesuaikan lirik lagunya. Klo beli album ini dapet bonus stiker.


Jenny (Manifesto)
Packaging CD musisi indie label Indonesia.Packaging CD musisi indie label Indonesia.Ini album pertama dari band Jogja bernama Jenny. Sepintas diliat dari kemasannya mungkin langsung ketauan kalo band ini main musik rock ya, tapi memang begitu kenyataannya.


Tika And The Dissidents (The Headless Songstress)
Packaging CD musisi indie label Indonesia.Album ini banyak dapet penghargaan karena memang segala sesuatunya oke termasuk packaging-nya. Jadi kamu seperti membeli sebuah kantong yang isinya sebuah buku. Credit tile disertakan di bagian awal buku sedangkan sisanya adalah halaman kosong yang bisa kamu isi sendiri. Ilustrasi kolase dan handwrite di album ini begitu eclectic, saya suka!


Frau (Starlit Carousel)
Packaging CD musisi indie label Indonesia.Packaging CD musisi indie label Indonesia.Ini juga adalah sebuah album perdana dari Frau. Pertama kali liat kemasan album ini yang terlintas di benak saya adalah Buku Nikah. Mungkin karena bahan covernya dan font yg tertera disitu ya jadi kesannya kayak cover2 Surat Nikah, ato cover2 kitab suci, hahaha... Tapi isinya bagus lho, kayak buku pop-up gitu. Lirik lagu bisa dilihat dengan cara memutar2 kepingan kertas di bagian bawah kemasan album ini. Dan sebagai bonus pembelian album ini adalah pembatas buku.


Sarasvati (Story Of Peter)
Packaging CD musisi indie label Indonesia.Ini album kesannya luar negeri sekali gara2 foto yang terpampang di packaging-nya adalah foto anak bule. Kemasannya sendiri kayak kotak yg biasa kita dapet klo beli dompet ato barang2 berharga lainnya. Setelah kita buka isinya ada poster, booklet lirik, CD dan kartu remi! Nah lo... Ilustrasi di kartu remi-nya rupanya menyesuaikan dengan foto anak bule di packaging tadi. Ini betul2 sebuah album yang kemasannya niat sekali!


Mocca (Dear Friends)
Packaging CD musisi indie label Indonesia.Packaging CD musisi indie label Indonesia.Dan inilah album terbaru Mocca, Dear Friends. Bentuknya kayak surat lengkap dengan amplop bersegel di bagian belakang dan tulisan "Dear Friends" di bagian depan. Di dalam amplopnya ada ilustrasi sederhana yang bagus (kebetulan saat ini saya lagi suka yang pop2 + lighthearted macam begini, hehehe).

Nah, jadi itu tadi adalah sharing2 dari saya tentang "Program Satu Bulan Satu CD". Saya berharap gak cuma saya aja yang melakukan program ini tapi juga kamu2 semua, itung2 membantu musisi dalam negeri juga kan. Masih banyak kok album2 dengan packaging + content yang bagus dari musisi2 Indonesia. Dan untuk teman2 musisi lokal yang baru merintis hobi bermusiknya siapa tahu dengan kesabaran + kesungguhan nantinya bisa membuat album2 seperti diatas (atau bahkan lebih baik lagi).

Okay, thx for reading...

No comments: