3 October 2010

Androgyny

Istilah yg sering saya pake di dunia maya ini saya kenal pas taun 2001 via lagunya Garbage dengan judul Androgyny. Waktu itu gak ada alasan spesifik, ya cuma suka saja sama musiknya yang eclectic + videonya yang fashionable. Ya, Shirley Manson memang gak pernah gak oke kan ya, hahaha.


Image Shirley Manson sbg frontwoman di Garbage sendiri sangat saya suka, mungkin karena dia cocok dandan apa aja. Tapi memang di album Beautiful (2001) itu Shirley membawa image feminin + maskulin sekaligus dan boleh dibilang jadi identitas visual Garbage di masa itu (bisa diliat dr video2klipnya, live performance dan lirik lagunya). Hal yang sama pernah dilakukan David Bowie di awal hingga pertengahan 70an dengan beragam alter ego-nya.

Banyak yang memahami androgyny sebagai banci/bencong tapi sebenarnya sama sekali nggak seperti itu. Berakar dari bahasa Yunani, Androgyny secara etimilogi berarti memiliki dua elemen (feminin + maskulin) sekaligus dalam 1 kepribadian. Perfect mix-lah, jadi bukan condong ke salah satu gender saja.

Sebagai seorang manusia yang agak obsessed dengan kebebasan, saya menganggap bahwa gender adalah salah satu penghalang utama. Saya gak pernah suka generalisasi bahwa wanita melulu pake perasaan sedangkan pria melulu pake logika ato generalisasi lain yang diberlakukan cuma gara2 perbedaan gender. Adam tercipta utuh lalu Tuhan mengambil tulang rusuknya yang lalu dijadikan sebagai Eve. Manusia gak akan pernah utuh kalo masih terkurung dalam frame gender, setidaknya itu pendapat saya.

AndrogynyDan menjadi pendapat orang2 di masa lampau pula bahwa untuk mencapai kesempurnaan manusia harus bisa "menghilangkan" pembatas2 termasuk gender. Bahkan mengebiri diri sendiri adalah hal yang lumrah dilakukan rahib2 sekte pantheisme di jaman dahulu kala. Itu memang bentuk yang sangat ekstrem dengan dalih "Tuhan sempurna dan Tuhan tidak punya kelamin".

Dalam mitologi Yunani kita mengenal Tiresias, sosok buta yang diberi berkah clairvoyance (kemampuan menerjemahkan visi yang datang kepadanya, seperti para Nabi). Dikisahkan bahwa Tiresias ini adalah lelaki namun selama 7 tahun dalam hidupnya dia bertransformasi menjadi wanita. Dia lalu menyampaikal pada khalayak bahwa misteri dan gelapnya kehidupan adalah semu setelah dia melewati 2 fase (menjadi wanita dan menjadi pria). Peter Gabriel pernah menulis tentang Tiresias:
Take a little trip back with father Tiresias,
Listen to the old one speak of all he has lived through:
"I have crossed between the poles, for me there's no mystery.
Once a man, like the sea, I raged.
Once a woman, like the earth, I gave..."
AndrogynyOverall, dalam mitologi Yunani Tiresias sendiri dikenal sangat ambiguous dan penuh paradox. Dia sering jadi mediator antara para Dewa dg manusia, pria dg wanita, saat ini dg masa depan, dunia manusia dg underworld.

Mitologi Yunani lain yang membahas bisexualitas dan ambiguitas gender adalah cerita tentang Hermaphroditus (anak dari Dewa Hermes + Aphrodite). Juga tentang legenda Salmacis Fountain yang konon bisa mentransform manusia yang masuk ke dalamnya menjadi bisex.

Sebetulnya ini bukan masalah sexualitas. Secara esensial bisa dibilang bahwa pola berpikir dan pengondisian yang ada dalam struktur masyarakat itu sendiri-lah yang membentuk gender, dan itu terjadi ratusan atau mungkin ribuan tahun lamanya. Jadi kenapa di jaman modern ini masih saja orang2 meributkan sexualitas? Dan entah kenapa Indonesia ini parah sekali: Tes keperawanan kek, menghakimi festival film gay ato apalah... Emangnya manusia ini bisa memilih jenis kelaminnya sebelum dia dilahirkan?

Be free, be open-minded.



"Old Tiresias, no-one half so breezy as, half so free and easy as Old Tiresias"
- Lawrence Durrell


No comments: