2 September 2011

Hotel Niagara, Lawang - Malang

Hotel Niagara, Lawang - Malang.
Hotel Niagara, Lawang - Malang.Hotel Niagara, Lawang - Malang.

Akhirnya kesampaian juga nginap di Hotel Niagara. Gambar di atas adalah tampak luar bangunan Hotel Niagara. Monogram "LSJ" ala Art Nouveau bertebaran di banyak bagian hotel ini: Lantai, kaca jendela restoran, jendela lift. Mungkin LSJ merujuk pada Liem Sian Joe, pengusaha Tionghoa pencetus sekaligus pemilik awal gedung ini, entahlah. Arsitek gedung ini adalah Fritz Joseph Pinedo, orang Brazil yang jadi arsitek CCCL (Pusat Kebudayaan Perancis) Surabaya.

Belum ada tamu sama sekali ketika saya datang ke hotel ini. Saya memesan kamar di lantai 2 (nomor 205) yang memiliki view ke arah selatan dan barat. Kamarnya luas, saya disuguhi 2 gelas orange juice dan 2 gelas air mineral (padahal saya sendirian). Di lantai 2 (mungkin) ada 4 kamar. Di dalam kamar ada kamar mandi yang saya tahu itu bukan bagian asli bangunan. Hotel ini dulunya adalah vila keluarga, di setiap lantai ada ruang keluarga, ruang duduk di dekat lift, 3 atau 4 kamar dan sebuah kamar mandi terpisah di dekat tangga. Mungkin dulunya setiap lantai dipakai oleh 1 keluarga. Tapi sejak disulap jadi hotel di tahun 60an rupanya ditambahin kamar mandi di dalam setiap kamarnya, sayang sekali, jadinya merusak!

Hotel Niagara, Lawang - Malang.Hotel Niagara, Lawang - Malang.Hotel Niagara, Lawang - Malang.Hotel Niagara, Lawang - Malang.Hotel Niagara, Lawang - Malang.Hotel Niagara, Lawang - Malang.Hotel Niagara, Lawang - Malang.
 Lukisan di ruang keluarga lantai 2
Bagian dinding luar dan dalam hotel ini kayaknya masih asli. Begitupula lantai teraso-nya (walopun udah agak compang-camping karena tua dan gak terawat). Motif di lantai 1, 2 dan 3 tidak ada yang sama. Malah ada yang ala Art Nouveau, ada yang cuma 2 garis dipadu padan, ada yang kayak Art Deco, ada yang gambar kupu2, saya gak paham kenapa beda2 begitu.

Tangga lantai 4 ditutup oleh triplek dan kasur2 lama. Saya penasaran dengan lantai 4 ini karena katanya di lantai ini ada ruang meeting/rapat yang bagus dihiasi dengan patung2/relief2 kepala singa, tapi karena ditutup ya pupus sudah keinginan melihatnya. Saya sempet nanya ke mas2 yang jaga hotel tapi tetep aja gak diijinkan naik ke lantai 4. Sebetulnya selain tangga manual ada juga lift di hotel ini. Lift kuno ini punya pintu depan-belakang di setiap lantainya tapi lift ini gak dioperasikan karena katanya berat, takut tali/kawatnya patah dan takut jatuh nanti merusak bangunan utama.

Hotel Niagara, Lawang - Malang.
Hotel Niagara, Lawang - Malang.
 Pintu lift di lantai 3, ada monogram LSJ juga
Semalam menginap di Hotel Niagara tidak ada hal-hal spooky seperti isu yang beredar di masyarakat. Memang sih ada penunggunya (Lukas Martin Sarkies, pendiri Hotel Majapahit kabarnya meninggal di sini), tapi di setiap bangunan juga ada kan, bahkan yang nempel kemana2 ngikut manusia juga ada, jadi gak perlu parno! Malah pas saya bangun parkiran sudah penuh dengan mobil2 plat B, H, DK, D, L, mobil2 luar kota yang penumpangnya menginap di hotel ini. Menu sarapan disini ya nasi goreng sederhana biasa plus teh hangat. Sedih sekali, bangunan ini bisa jadi sangat berkelas dan mahal kalo dirawat dengan maksimal, pasti jadinya mahal, mahal sekali!
Hotel Niagara, Lawang - Malang.Hotel Niagara, Lawang - Malang.Hotel Niagara, Lawang - Malang.
Hotel Niagara, Lawang - Malang.Hotel Niagara, Lawang - Malang.Hotel Niagara, Lawang - Malang.
Hotel Niagara, Lawang - Malang.Hotel Niagara, Lawang - Malang.Hotel Niagara, Lawang - Malang.Hotel Niagara, Lawang - Malang.Hotel Niagara, Lawang - Malang.

Pas checkout saya liat ada pesan dan kesan dari Klub Arsitektur-Interior Indonesia terpampang di tembok belakang front office, Jay Subiakto ada diantara yang memberikan komentar. Oiya, di tembok samping tangga ada berderetan komentar2 dari para tamu (mayoritas orang asing) yang pernah menginap. Sempatkanlah sekali2 menginap di Hotel Niagara, bagus sekali! Saya berharap suatu hari nanti ada orang kaya yang mau buang2 duitnya untuk merestorasi hotel ini menjadi seperti sediakala. Pemilik Hotel Niagara saat ini adalah orang Surabaya tapi beberapa pegawai yang saya tanyai lupa namanya, hahaha.

Informasi lebih lanjut bisa langsung klik link official websitenya disini.

7 comments:

Ayos Purwoaji said...

cyuk, kau mendahuluiku massss!!!

Radit said...

Fufufufu. Sebetulnya ini kunjungan dadakan kok.

azalea.aya said...

mataku ga bisa kedip liatin foto2nya,mas. gimana nih pengalaman spookynya? :)

Radit said...

Bangunan yang luar biasa (bisa lebih) bagus (kalo dimaintain dg layak). Spooky ya memang spooky tapi ya apalah spooky bagi orang2 kayak kita :))

Anonymous said...

Yah, kalau bangunan dan interiur kuno walaupun agak direnovasi, tetap aja dibilang spooky di Indonesia sih !. Hehehehe.

Anggi Navytiani said...

Salam. Saya penukmat arsitektur kuno. Saya tertarik sekali dgn hotel niagara. Ijin copy imagenya apakah boleh? Saya cantumkan blog anda. Trims salam anggirezky

Radit Mahindr said...

Silakan embed.