6 October 2011

Steve Jobs

Sejarah Steve Jobs 

Pendiri Apple ini akhirnya meninggalkan dunia di usia 56 tahun karena kanker pankreas. Banyak cerita menarik dari sosok yang seringkali dicap genius, arogan, brilian atau bahkan gila ini. Yes, Steve dibesarkan oleh orang tua angkat. Bapak kandungnya, seorang muslim berdarah Syiria, Ibu kandungnya seorang berdarah campuran Eropa-Amerika. Steve bayi menggunakan nama kluaga angkatnya hingga akhir hidupnya dan gak pernah mau berjumpa dengan Bapak kandungnya.

Steve muda yang tampan jadi mahasiswa di sebuah universitas yang saya lupa namanya, yang jelas dia akhirnya dropout walopun dia lumayan dianggap pintar di waktu itu. Gaya hidupnya standar mahasiswa sederhana yang suka tidur2an, tidak rapi dan suka cari makan minum gratisan, suka musik rock 70an, juga mengakui pernah menggunakan obat2an psikedelik macam LSD dan menghadiri gathering organisasi transcendental, Hare Krishna, menarik ya.

Di awal 70an Steve dan Wozniak (nantinya bersama2 mendirikan Apple Computer) keja bareng di Atari. Gak tahu kenapa Steve akhirnya cabut dan duit gajinya malah dipakai travelling ke India. Di India inilah Steve belajar banyak tentang spiritualitas, tapi aneh juga karena bukannya jadi Hindu malah berganti keyakinan ke Buddha. Yes, Steve Jobs adalah seorang buddhist hingga dia mati. Banyak perubahan memang setelah pulang dari India, antara lain adalah secara penampilan lebih rapi tapi secara pemikiran lebih agresif dan berani! Steve mendirikan Apple Computer 2 tahun setelah kepulangannya dari India.

Sejarah Steve Jobs

Apple Computer didirikan oleh Steve, Wozniak dan satu lagi temannya yang lagi2 saya lupa namanya, hahaha. Logo awal Apple Computer adalah gambar Sir Isaac Newton yang sedang duduk di bawah pohon apel (logo pertama ini kemudian diubah menjadi logo baru yang terkenal, buah apel tergigit). Logo yang dalem maknanya secara sains maupun biblical.

Berdirinya Apple Computer direspon keras oleh Apple Corps, perusahaan musik yang didirikan oleh The Beatles, salah satu musisi favorit Steve Jobs. Perseteruan yang rumit antara dua Apple berlangsung selama bertahun2. Setelah Steve Jobs meluncurkan iTunes di awal tahun 2000an pun The Beatles adalah satu2nya musisi besar yang tidak bersedia menjual karya2nya di iTunes. Ironis, karena salah satu quote terkenal dari Steve adalah "my role model for business is The Beatles. They were four guys who kept each others negative tendencies in check. They balanced each other and the total was greater than the sum parts. And that's how I see business".

Selama dekade 2000-2010 Apple Computer dibawah kendali Steve Jobs (dan desainernya, Jonathan Ive) memproduksi produk2 revolusioner yang merubah dunia untuk selamanya, terutama iTunes dan iPod, yang merubah cara manusia mengonsumsi dan menikmati musik, dan juga iPhone diikuti oleh iPad. Sekali lagi, ironis juga ketika hampir di setiap kesempatannya melakukan presentasi produknya Steve Jobs seringkali memilih ato memutar lagu dari Bob Dylan dan The Beatles, band kesayangannya, coba lihat video berikut:


16 November 2010, entah gimana ceritanya Apple Corps akhirnya! Akhirnya iTunes mengumumkan bahwa Apple Corps telah memberi ijin untuk menjual karya2 The Beatles. Saya rasa tugas Steve Jobs sebagai CEO Apple Computer berakhir di hari itu. iPod sudah membudaya, iPhone dan iPad sedang dalam perjalanannya menyusul iPod. Layanan servis iCloud, yang waktu itu masih dalam tahap pengembangan, sekarang baru mulai merangkak dan tinggal menunggu datangnya cloud computing menjadi tren. Menggabungkan 2 apel yang punya pengaruh besar di dunia, itulah tugas terakhir Steve Jobs sebelum undur diri pada bulan Agustus dan pergi meninggalkan dunia fana pada 5 Oktober 2011.

Sejarah Steve Jobs

Steve was like The Beatles, or John Lennon, in many ways memang, mulai dari background keluarganya, experimennya dengan obat2an psikedelik, perjalanan spiritualnya ke India, perusahaan Apple-nya, kacamata bundar, hingga ide2 revolusioner yang, dengan kelebihan dan kekurangannya, mampu memberikan pengaruh besar bagi umat manusia. Di akun Ping-nya yang sudah gak aktif, Steve memasukkan album John Lennon, Imagine, sebagai salah satu dari 10 album favoritnya.

Selama hidupnya Steve dikenal sebagai individu yang arogan, eksentrik dan tau apa yang dia mau, juga apa yang masyarakat mau. Di sisi lain kadang dia terlihat santai dan aneh dengan celetukan2nya yang ringan (terkadang kontroversial), kegemaran memarkir mobilnya (yang tanpa plat nomor) di zona orang cacat dan juga "seragam" turtleneck-jeans-sneaker-nya yang terkenal itu. Maybe he's a true weirdo, hmm :)

Sejarah Steve Jobs

Saya sebetulnya tidak memiliki satupun barang buatan Apple Computer, yang saya punya cuma iTunes, tapi tidak ada alasan untuk mengingkari kehebatan Steve Jobs sebagai nabi modern yang pesan2nya bisa merasuk ke gaya hidup yang dinamis dan modern saat ini. Dua karya saya tentang Steve Jobs ada disini dan disini. Rest in peace, Steve.

"No one wants to die. Even people who want to go to heaven don't want to die to get there. And yet, death is the destination we all share. No one has ever escaped it, and that is how it should be, because death is very likely the single best invention of life" - Steve Jobs

Sejarah Steve Jobs 

2 comments:

denantyo bagus wiryawan said...

kan india juga tempat lahirnya buddhism to dit, bisa jadi dia ke india agak utara sana, cmiiw

Radit said...

Mungkin juga begitu. Tapi sejak muda dia lebih familiar sama Hare Krishna movement sih.