23 January 2012

Past Masters: Volume Two

Melanjutkan volume satu, kita lanjutkan dengan volume dua: Michael Jackson! Seperti halnya dengan Music Box, Dangerous adalah juga album 90an yang saya hafal tracklistnya dari awal hingga akhir. Dengan artwork yang sangat bagus dari Mark Ryden, Dangerous melanjutkan pencitraan MJ sebagai sosok yang lain daripada yang lain: Membuktikan kemampuan diri sendiri di Off The Wall (1979), dilanjutkan dengan Thriller (1982) yang, ya bisa dilihat sendiri, ingin terlihat agak "berbahaya", lalu Bad (1987) dengan image bad boy-nya. Dangerous membuat MJ terkesan begitu eklektik dan misterius. Sesungguhnya, setidaknya menurut saya, MJ hampir ga pernah ingin mencitrakan dirinya sebagai anak baik2 yang manis ataupun raja musik pop yang eye-candy. MJ selalu mau tampak misterius dan juga epic, terkadang bahkan liar. 

Michael Jackson - Dangerous

Seperti lagu2 di Music Box, lagu2 di Dangerous selalu saya suka, selalu menancap di kepala hingga saat ini. Dangerous juga adalah satu dari 4 kaset yang sering sekali dipasang di tape mobil keluarga saya ketika sedang dalam perjalanan, kaset lainnya adalah Music Box-nya Mariah Carey, Time, Love and Tenderness-nya Michael Bolton dan The Colour of My Love-nya Celine Dion).

Konon ada 100 lagu yang ditulis untuk Dangerous dan 14 lagu saja yang berhasil masuk ke dalamnya. Trademark Dangerous adalah beat yang agak mesin terutama di paruh pertama album ini, banyak sound effect dan juga keyboard. Kombinasi yang disebut sebagai new Jack Swing (dikategorikan sebagai R 'n B). Dangerous lebih "tebel" kalo dibandingkan dengan Bad, juga lebih halus. Perubahan ini dibawa oleh Teddy Riley, sosok yang men-direct sebagian besar album ini. New Jack Swing sendiri sedang trend di awal 90an dengan musisi2 macam Boyz II Men, Janet Jackson, Salt 'n Pepa, Tevin Campbell dan masih banyak lagi.

Paruh kedua Dangerous lebih beragam dengan rock (Give In To Me, feat. Slash), gospel (Will You Be There + Keep The Faith) juga sebuah ballad ala Barbra Streisand (Gone Too Soon). Bisa dibilang paruh kedua Dangerous punya mood yang lebih muram + punya tema yang lebih personal jika dibandingkan dengan paruh pertama yang lebih general + moodnya ringan. Remember The Time, Can't Let Her Get Away, Gone Too Soon adalah favorit saya, saya suka sekali nuansanya. Tapi diantara 14 lagu di Dangerous, saya paling suka In The Closet. Hook2 musiknya agak aneh (agak kayak I'm A Slave For You-nya Britney Spears), nuansanya intim + sensual dengan banyak falsetto dimana2. Lagu ini adalah duet dengan seorang wanita misterius (di credits disebutkan sebagai Mystery Girl), wanita ini sebetulnya adalah Putri Stephanie dari Kerajaan Monaco. Beberapa alternatif yang tadinya dipilih sebagai pasangan duet adalah Madonna tapi batal entah kenapa.


In The Closet juga punya video yang cocok sekali dengan tema lagunya, Naomi Campbell dipilih jadi model di video yang disutradarai Herb Ritts. Kerumitan koreografinya ga membuat keintiman lagunya hilang. Nikmat di mata, apalagi lagunya juga unik. Sutradara kondang David Fincher (Se7en, Fight Club, Benjamin Button, Social Network) mulai mendapat sorotan luas setelah menggarap video Who Is It kepunyaan MJ. Who Is It memang kelam khas Fincher, storyline-nya juga relatif gelap dan berat kalo dibandingkan dengan video2 MJ yang pernah ada sebelumnya.

Semua videoklip yang dibuat untuk Dangerous dikompilasi dalam Dangerous: The Short Films. Dulu keluarga saya punya laser disc-nya, yup, laser disc! Sekarang sudah ilang entah kemana. Tapi di awal taun 2000an saya beli VCDnya di Plaza Surabaya (sekarang tokonya sudah ga ada, hahaha). Kaset Dangerous yang asli juga sudah ilang, saya beli lagi taun 2003 yang Special Edition, sayangnya cover kedua yang berisi lirik lagu dengan artwork2 iconic sudah ga disertakan, jadi cuma foto2 + sedikit artworks + credits saja adanya.

Saya menyimpan DVDrip konser MJ era Dangerous (Live in Bucharest kalo ga salah) di hardisk. Itu video konser MJ yang betul2 bagus dan meriah. Tata panggungnya bagus dengan aneka properti dan kostum yang menarik. Puncaknya adalah di Smooth Criminal ketika pose anti gravitasi yang fenomenal itu dipraktekkan secara live di panggung tanpa bantuan kawat penahan ato semacamnya! Wah keren pokoknya! Penonton pada histeris kayak orang kesurupan.

Memang, hal menarik lain dari Dangerous selain musiknya adalah artwork2nya + tampilan visualnya, semuanya bagus! Dulu pemutaran perdana Black or White begitu heboh, behind the screen pembuatannya membuat saya begitu takjub, ditambah dengan efek transformasi wajah di bagian akhir video dan tentunya kehadiran Macaulay Culkin di dalamnya, hehe. Bagi saya video Black or White sangat bombastis, dilanjutkan dengan video Remember The Time dengan tema Mesir kuno, wow! Sampai sekarang saya lebih suka video versi panjangnya daripada versi yang sudah dipotong. Video2 MJ membuat saya suka karya visual yang bertema, karya visual yang menghindari pengulangan dari karya sebelumnya, karya visual yang seger (setidaknya sampe saat itu).


Dangerous adalah era terakhir MJ dengan musik yang masih seimbang. Album MJ selanjutnya, History (1995), walopun isinya lebih beragam, temanya terlalu personal, hampir semua lagunya punya tema yang personal dan mood-nya juga kurang saya suka. Terlalu banyak kontroversi juga di dalamnya jadi rasanya tujuan utama MJ di History adalah untuk merespon pers + mengexpresikan kegalauannya melebihi keinginan untuk membuat sesuatu yang baru + seger. Di History, MJ juga melakukan hal yang diluar kebiasaan: Memainkan hampir semua alat musik di album itu seorang diri karena doski mengalami kesusahan mempercayai orang lain!

Akhir kata, walopun ga sekuat + sepadat Thriller, Dangerous adalah karya MJ yang selalu berharga buat saya: musiknya + visualnya, semuanya berpengaruh sekali buat saya hingga saat ini. I love you, MJ!


1 comment:

Shida Aruya said...

:')

aku juga punya laser discnya lohhhhh + kayaknya papa juga ada yang MJ Live in Bucharest, super keren banget.

I will always love MJ.