28 July 2012

London 2012

Sabtu, 28 Juli 2012, mata dunia fokus ke opening ceremony 2012 Summer Olympics di London (London 2012). Mata ini kayak ga bisa berhenti menyaksikan prosesi yang begitu detil dan sangat British sekali. Dua jempol untuk Danny Boyle yang menurut saya sukses memadukan militansi/fanatisme nostalgia British kepada semua mata yang menyaksikan acara ini.

James Bond, Mr. Bean, The Clash, Lonely Hearts Club Band dan bahkan Lord Voldemort pun bertebaran di Olympic Stadium, London. Bagi para penggemar musik rock, beberapa "landmark" terlihat sekilas seperti Battersea Power Station dan floating pig yang merupakan icon dari Pink Floyd (tampil di cover album Animals, 1977) dan juga The Giant Causeway, gugusan batu hexagonal di Irlandia Utara yang diabadikan Led Zeppelin (tampil di cover album Houses Of The Holy, 1973).

Tapi dari sekian banyak icon dan produk budaya UK yang bermunculan terdapat satu hal yang menyita perhatian saya yaitu potongan klip film Chariots Of Fire. Film ini rilis di awal dekade 80an, bercerita tentang dua atlet UK; Eric Lidell (seorang Kristen taat) dan Harold Abrahams (seorang Yahudi) yang berlaga di Olimpiade Paris 1924, keduanya mendapat medali emas di bidangnya masing-masing.

Wajar jika Chariots Of Fire diambil sebagai elemen opening ceremony London 2012, film itu memang betul-betul inspiring. Tapi Chariots Of Fire sendiri sebetulnya inspired by karya seni yang lain, yaitu Milton, sekumpulan puisi buatan William Blake yang juga seorang British. Milton sendiri banyak ambil reference dari Bible. Kita semua tahu bahwa Blake adalah penyuka kisah-kisah biblical, karyanya antara lain: All Religious Are One, The Marriage Of Heaven And Hell, The Divine Image dan There Is No Natural Religion

Kembali ke topik Chariots Of Fire: Pesan yang ingin disampaikan film Chariots Of Fire adalah ide Blake yang dituliskan di awal puisi Milton, seperti ini potongannya:

...And did those feet in ancient time.
Walk upon Englands mountains green:
And was the holy Lamb of God,
On Englands pleasant pastures seen!

And did the countenance divine,
Shine forth upon our clouded hills?
And was Jerusalem builded here,
Among these dark Satanic Mills?

Bring me my bow of burning gold;
Bring me my arrows of desire:
Bring me my spear: O clouds unfold!
Bring me my chariot of fire!

I will not cease from mental fight,
Nor shall my sword sleep in my hand:
Till we have built Jerusalem,
In England's green and pleasant land...

Konon referensi Blake ketika menulis puisi diatas datang dari Book Of Revelation khususnya Revelation 3:12:

"Him who overcomes I will make a pillar in the temple of my God. Never again will he leave it. I will write on him the name of my God and the name of the city of my God, the new Jerusalem, which is coming down out of heaven from my God; and I will also write on him my new name"

Secara general Book Of Revelation sendiri banyak berisi ramalan dan eschatology Yahudi (sebelum diupdate oleh Kristen). Dalam konteks yang digunakan Blake adalah kedatangan kembali Messiah ke muka bumi untuk mendirikan Jerusalem (Kingdom Of Heaven), utopia/sebuah tempat yang penuh cinta dan damai yang berlokasi di UK.

London 2012
Ancient of Days by William Blake

London 2012
The Temptation and Fall of Eve by William Blake

Banyak pengamat menganggap karya-karya Blake sebagai gabungan antara seni dan ramalan (selain menulis dan melukis, Blake diketahui sering mendapat "visi" yang membuatnya dilabeli agak menyimpang). Saya sendiri tahu tentang Blake dari beberapa ilustrasinya untuk Paradise Lost (versi original) karya John Milton. John sengaja memilih Blake sebagai ilustrator karena terlebih dahulu tahu tentang keunikan Blake. Paradise Lost adalah salah satu buku favorit dan sangat berpengaruh buat saya, baik cerita maupun ilustrasinya.

Sebagai sebuah event solstice, opening ceremony London 2012 mungkin adalah salah satu karya seni yang termegah dan fenomenal. Juga dari sisi penggunaan teknologi informasi dan media, saya rasa kehebohannya bahkan melebihi Athena 2004 - Olimpiade modern yang diadakan di negara legendaris tempatnya berasal. Acara ini juga mungkin adalah momen yang tepat untuk merayakan bersatunya dua darah Yahudi yang masing2 diwakili oleh Pangeran William (melalui Putri Diana) dan Kate Middleton (juga melalui ibunya, Carole Goldsmith). Tentunya jika William dan Kate punya anak kelak akan menjadi Raja Britania Raya - maka tercapailah sudah visi Blake tentang "built Jerusalem in England's green and pleasant land".



"Rouze up, O young men of the New Age! set your foreheads against the ignorant hirelings! For we have hirelings in the camp, the court and the university, who would, if they could, for ever depress mental and prolong corporeal War" - William Blake

No comments: