29 November 2012

2012's Albums Of The Year

Di tahun2 sebelumnya biasanya saya pilih lima album of the year tapi tahun ini cuma tiga saja. Kenapa? Entah saya sudah ketinggalan zaman ato gimana tapi rasanya ya cuma 3 album ini yang terbaik di tahun 2012 ini. Berikut daftarnya:


Albums Of The Year 2012 - Tame Impala - Lonerism
Lonerism
Jika Congratulations (MGMT) adalah psychedelic versi Syd Barrett maka Lonerism adalah Psychedelic versi John Lennon, yup! Karya baru Tame Impala ini padat dan sekaligus tipis di telinga, nikmat di earphone dan vokal serta hampir semua instrumentasinya dikerjakan oleh satu orang saja, dialah Kevin Parker. Album ini sangat pop, gampang sekali dicerna telinga, jadi saya gak perlu bikin deskripsi panjang, dengarkan saja sendiri.


Albums Of The Year 2012 - Flying Lotus - Until The Quiet Comes
Until The Quiet Comes
Dalam banyak aspek sebetulnya saya lebih suka Until The Quiet Comes daripada Lonerism tapi sayang jumlah lagunya terlalu banyak - 18 lagu. Kalo dikurangi jadi hanya 14 mungkin jadinya lebih oke. But anyway, semua lagu di album ini enak. Agak susah mengklasifikasikan genre musik di album ini, bisa dibilang electronic-jazz atau IDM-jazz. Ada beberapa musisi tamu yang berkontribusi disni antara lain Erykah Badu, Thom Yorke + Jonny Greenwood dari Radiohead dan Niki Randa yang memberi kesan new age melalui vokalnya di beberapa lagu. 



Bagi yang sudah akrab dengan Flying Lotus bisalah ingatan kita terbawa ke lagu German Haircut dari album sebelumnya, Cosmogramma, ketika kita menyimak album ini. Singkat kata saya bilang Until The Quiet Comes adalah hasil hybrid antara musik Miles Davis era Bitches Brew, musik Art Of Noise di era 80an dan musik Squarepusher era Just A Souvenir: jazzy, dreamy, glitcy, chilling.


Albums Of The Year 2012 - Frank Ocean - Channel Orange
Channel Orange
Saya berprasangka kalo Frank Ocean itu semacam Kanye West; musisi hip hop. Ternyata saya salah, paling tidak untuk album pertamanya ini. Kadang album ini terasa vintage, kadang terasa urban -ala produksi The Neptunes, kadang juga terasa mellow. Yang bosan dengan Raphael Saadiq dan menanti2 karya baru D'Angelo bisa simak Frank Ocean dengan senyum lebar. Seperti halnya dengan Lonerism + Until The Quiet Comes, Channel Orange juga punya mood dreamy. Mungkin karena saya lagi suka yang dreamy2 di tahun ini, subyektif memang, tapi silakan dicoba deh kalo gak percaya.

No comments: