1 June 2013

Ancient Astronaut


Ini adalah sebuah kisah tentang peradaban manusia di bumi yang sedang berjuang melawan kepunahannya akibat perbuatan mereka sendiri. Selamat membaca.

Sekarang kita tau sendiri bagaimana kondisi bumi kita tercinta, saya tak perlu menjelaskannya panjang lebar.1000, 500, atau mungkin 200 tahun lagi mungkin bumi sudah habis, tak punya sumber daya lagi; minyak habis, air langka, udara kian kotor, tanah tercemar. Lingkungan sangat tak bersahabat pada makhluk hidup terutama manusia karena manusia juga sangat tak ramah pada lingkungan. Sementara itu banyak kerusuhan dimana-mana, perang, kelaparan, penyakit2 makin banyak dan bervariasi, kriminalitas merajalela. Satu-satunya cara agar makhluk hidup bisa terus eksis adalah dengan memindahkannya ke "bumi" lain. 

Dibuatlah proyek untuk memindahkan manusia dan beberapa makhluk hidup pilihan ke planet2 yang dianggap bisa menjadi tempat bernaung yang baru. Dipilihlah manusia2 yang kuat dan punya genetika bagus, mereka diberi latihan tentang teknologi dan metode agar bisa bertahan hidup dengan aneka peralatan yang sangat canggih. Dipilih juga hewan2 dan juga tanaman2 yang dianggap layak untuk dibawa dan dibiakkan di calon planet2 pengganti bumi.

Ketika proses pelatihan dan persiapan sudah beres, beberapa pesawat  berisi makhluk hidup pilihan diluncurkan ke luar angkasa dengan misi itu; beberapa mendarat di planet yang tak layak lalu mereka mati, beberapa mengalami kecelakaan sebelum sampai di planet tujuan, dan beberapa beruntung menemukan planet yang layak tinggal - sebuah "bumi" baru. 

Ada tiga kategori beruntung yang akan saya ceritakan sebagai berikut:

Kategori I:
Yang sangat beruntung adalah mereka yang mendarat di "bumi" baru yang masih relatif tak berpenghuni. Manusia2 imigran pilihan bergenetika bagus bisa berkembang biak dan membangun peradaban baru seperti yang dicita2kan ketika masih di bumi yang lama. Dengan peralatan dan teknologi canggih yang dibawa dari bumi yang lama pembangunan berjalan lancar dan terwujudlah sebuah dunia modern.

Kategori II:
Beruntung tapi kurang beruntung, yaitu mereka yang mendarat di "bumi" baru yang sudah berpenghuni. Katakanlah ada sebuah komunitas primitif yang menghuni "bumi" tersebut, diperlukan perjuangan yang keras dan peperangan agar mereka bisa menjadi khalifa baru di "bumi" tersebut. Setelah menang pun mereka masih perlu memberikan pengaruh dan penjelasan yang meyakinkan darimana mereka berasal agar komunitas lokal primitif mau membantu mereka membangun peradaban modern dengan peralatan2 yang dibawa dari bumi yang lama. Bahkan akhirnya mereka memposisikan diri sebagai sosok2 dewa yang kuat, cerdas, sakti dan juga bijaksana agar komunitas lokal primitif takut dan mau menuruti keinginan mereka.

Kategori III:
Beruntung tapi apes; ada sebagian yang mendarat di planet yang peradabannya jauh lebih maju. Planet itu sudah terlebih dulu dihuni oleh manusia2 yang bernasib sama seperti manusia Kategori I. Ribuan tahun lalu ada sebuah planet yang hampir mati juga, para pemimpin planet itu juga membuat proyek untuk menyelamatkan manusia dan makhluk hidup lain yang ada di dalamnya. Mereka yang beruntung mendarat di planet kosong lalu sukses membangun peradaban modern. 

Sementara itu di bumi yang lama hanya tersisa bangunan2, gedung2 kosong sisa peradaban yang ditinggalkan. Banyak yang mati karena lapar maupun sakit, tapi masih ada beberapa yang masih bertahan hidup di daerah2 pinggiran dan gunung2. Mereka yang tersisa ini terus bertahan hidup seadanya seperti manusia2 primitif jaman dulu. Mereka inilah tipe manusia primitif yang ditemukan di planet lain juga seperti dalam Kategori II.

Ternyata memang begitulah siklus hidup manusia; merintis peradaban dari awal, mengembangkannya, menjadi tamak dan mengakibatkan segalanya tak bisa dikendalikan lagi, merasa dalam bahaya kepunahan, melarikan diri ke planet lain, merintis peradaban baru, dan seterusnya...



"When Hanuman first approached Ravana’s palace, he saw the doorways surrounded by horses and chariots, palanquins and aerial cars, beautiful horses and elephants, nay, with four-tusked elephants decked with jewels resembling masses of white clouds" - Ramayana 5:4.27

Berdasarkan perhitungan Vedic Purana, Sri Rama eksis sekitar 18 juta tahun yang lalu ketika four-tusked elephants masih belum punah.

No comments: