19 August 2013

Oblivion: Bizzare Inverted Triangle

Oblivion sudah rilis beberapa bulan yang lalu tapi saya barusan saja menonton versi blu-ray-nya. Di 10 menit pertama saya menahan diri agar tidak meyakini bahwa film ini adalah lanjutan dari Vanilla Sky, soalnya beberapa adegan awal mirip dengan adegan2 kunci Vanilla Sky. Narasi yang menceritakan tentang penghapusan memori turut mendukung prasangka buruk saya juga, hahaha.

Saya tidak mau bercerita banyak karena pasti sudah banyak yang nonton. Tapi ada satu hal dari film ini yang sangat menarik perhatian saya yaitu segitiga hitam terbalik dengan bulatan merah di tengahnya, mari kita bahas bersama2:

Tetrahedron
Segitiga adalah objek yang hanya masuk akal dalam dunia dua dimensi, dalam dunia tiga dimensi dia kita sebut sebagai Tetrahedron; sebuah benda yang kesemuanya sisinya adalah segitiga sama sisi sehingga jumlah sisi yang dimilikinya adalah empat, bukan tiga.  Karena cukup sulit dieja, tetrahedron punya singkatan populer, Tet. Tet adalah nama sebuah objek di dalam stasiun luar angkasa hitam besar berbentuk tetrahedron yang di awal film diyakini sebagai persinggahan penduduk bumi sebelum mencapai tujuan akhir Titan (salah satu satelit Saturnus). Dalam bahasa Ibrani, tet adalah huruf pertama di dalam kata "Tov" yang berarti "good/great". Konon dulu Stanley Kubrick menginginkan bentuk tetrahedron sebelum menggantinya dengan monolith untuk film 2001: A Space Odyssey.

Oblivion: Bizzare Inverted Triangle

Terbalik
Dalam aneka kepercayaan kuno, segitiga dua dimensi dengan puncak di bagian atas adalah simbol kebijaksanaan, pencerahan dan bahkan Allah/God. Pemaknaan ini diurutkan mulai dua sudut lancip di bagian bawah kanan dan kiri yang menandakan bahwa di alam bawah manusia akan seringkali bermusuhan karena meributkan benar dan salah. Sedangkan satu sudut lancip di bagian atas (puncak) bukan berarti benar sama dengan salah, melainkan bahwa benar dan salah tidak lagi menjadi kendala karena manusia sudah mencapai pencerahan (ketiadaan). Menurut Alice Bailey -seorang aktivis teosofi- segitiga ini disebut juga Geometrical God. 

Dalam kepercayaan yang lain segitiga normal adalah simbol maskulin (kombinasi keduanya adalah bintang Daud, simbol keseimbangan). Jika segitiga ini dibalik maka artinya juga akan terbalik; dia berubah menjadi simbol feminin, makanya suara Tet diisi oleh suara wanita. Dan semua makna positif yang sudah dijabarkan di paragraf sebelumnya juga menjadi terbalik. Hal ini selaras dengan makna segitiga Abracadabra yang juga berposisi terbalik. Abracadabra punya sejarah occult yang lumayan panjang tapi bisa kita ringkas seperti ini; dia adalah sebuah kata yang berarti "Abraxas' dead body". Abraxas sendiri merupakan representasi dari Ultimate God yang membawahi Good God dan Evil God. Di bagian akhir film kita akhirnya tahu bahwa Tet bukanlah si pesawat luar angkasa melainkan "otak" yang ada di dalam pesawat luar angkasa itu. Dia mengaku bahwa dirinya-lah God -yang pada kenyataannya adalah false God.

Red Spot
Titik merah yang seolah menjadi mata tunggal Tet mengambil dari referensi populer, "eye of providence" ataupun "watcher", simbol Sang Pengawas yang mengawasi segala perilaku kita agar tidak keluar dari "peraturan" yang dibuat olehnya. Eye Of Sauron di trilogi The Lord Of The Rings juga menggunakan referensi yang sama. Titik merah ini juga merupakan homage untuk HAL 9000, sebuah artificial intelligence yang mengontrol sistem pesawat Discovery One di film 2001: A Space Odyssey. Studio animasi Pixar juga melakukan homage yang sama di film Wall E dengan menampilkan karakter MacInTalk. 

Oblivion
Tet sebagai God memiliki sistem dan juga dogma agar para Tech dan timnya tidak melewati radiation zone, sebuah zona yang sebetulnya aman untuk diakses dengan syarat bahwa si pengakses siap menerima konsekuensinya. Jack (Tom Cruise) memang sangat bingung setelah mengetahui fakta bahwa dia (dan semua tech di setiap zona) adalah juga Jack (yang ternyata di-kloning ribuan kali), tapi fakta itu hanya bisa diketahui dengan melewati radiation zone.

Oblivion atau "keadaan lupa" adalah film tentang lupa karena pengondisian yang begitu intense dan lama. Lebih tepatnya adalah lupa tentang posisi manusia (dalam dunia material), alam dan realita. Tema yang juga kita temukan di film Tron: Legacy yang juga disutradarai oleh sutradara Oblivion, Joseph Kosinski. Motif yang mirip juga sudah lebih dulu diangkat di beberapa film sci-fi seperti The Matrix dan juga film yang kita bahas di awal postingan ini, Vanilla Sky.

No comments: