30 September 2013

Dilarang Melintas

Dilarang melintas

They're comin' down the street. They're comin' right down the middle
Look how they keep the beat! Why, they're as blue as the ocean!
How the sun shines down! How their feet hardly touch the ground!
Jolly coppers on parade

Here come the black-and-whites. Here come the motorcycles
Listen to those engines roar! Now they're doin' tricks for the children
Oh, they look so nice! Looks like angels have come down from paradise!

Jolly coppers on parade



Di atas adalah penggalan lirik lagu "Jolly Coppers On Parade" karya musisi Randy Newman. Sebetulnya saya sudah terlalu sering melihat serombongan polisi yang melintasi jalanan sembari mengawal para pejabat, tapi sejak pindah ke Bali hampir dua tahun lalu kegilaan para polisi dalam mengawal juragan2nya semain menjadi2, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

Tamu negara (2013)
Lokasi: By-Pass Ngurah Rai (antara McD Jimbaran dan Benoa Square)
Rombongan yang dikawal: Mobil2 hitam dengan plat bertuliskan "Tamu Negara"
Siang hari saya sedang naik motor sendirian dan tiba2 terdengar sirine polisi mendekat dengan cepat. Mobil polisi yang memimpin rombongan menyalakan megafon dan dari megafon itu muncul perintah "beri jalan, minggir, minggir" padahal jalanan lagi sepi, tinggal ambil jalur kanan saja mustinya sudah beres.

Volkswagen (2013)
Lokasi: By-Pass Ngurah Rai (antara Simpang Siur dengan bundaran Airport Ngurah Rai)
Rombongan yang dikawal: Aneka mobil VW
Kali ini terjadi di jam pulang kerja (sekitar jam setengah 7 WITA). Polisi mengawal mobil2 bermerek VW sambil membunyikan sirine padahal jalanan sedang padat dan menurut saya serombongan mobil VW sangat tidak perlu dikawal polisi.

Pejabat lokal (2013)
Lokasi: By-Pass Ngurah Rai (di dekat perempatan Sesetan)
Rombongan yang dikawal: Mobil hitam berplat merah dengan kode wilayah Bali
Saat itu jam pulang kerja juga, jalanan sedang padat merayap (proyek underpass Simpang Siur masih sedang dikerjakan). Datanglah serombongan pejabat dikawal polisi dari arah Sesetan sambil menyalakan klakson, sirine dan megafon yang menyuruh semua kendaraan di depannya untuk minggir. Akhirnya mobil2 dan motor2 sampai terpaksa minggir (dan ada yang berhenti) memepet trotoar. Saking muaknya saya sampai meneriakkan satu kata: "arogan!" pas mereka lewat. Ini adalah pengalaman yang membuat saya semakin membenci polisi.

Mobil balap (2013)
Lokasi: By-Pass Ngurah Rai (di dekat sungai dekat Mal Bali Galeria)
Rombongan yang dikawal: Aneka mobil Ferrari dan juga Porsche
Saya masih tidak habis pikir apa perlunya polisi mengawal mobil2 mewah. Berdasarkan informasi rombongan ini melintas hingga daerah BTDC Nusa Dua.

Motor gede (2013)
Lokasi: Siligita, Nusa Dua (di dekat rumah sakit Surya Husadha)
Rombongan yang dikawal: Motor2 besar aneka merek
Rombongan motor dengan suara super berisik melintas di depan rumah sakit Surya Husadha. Kejadian itu sekitar jam 7 malam, saya sedang menemani istri saya ke dokter spesialis yang praktek di lantai dua rumah sakit Surya Husadha. Kata istri saya rombongan yang sama melintasi Sunset Road pas siang harinya.

Bandung (2013)
Lokasi: By-Pass Ngurah Rai (di depan Lotte Mart)
Rombongan yang dikawal: Bukan rombongan melainkan hanya satu mobil saja
Sebuah mobil Toyota Alphard hitam dengan pelat hitam D (Bandung) dikawal sebuah motor polisi yang membunyikan sirine dan klakson. Saat lampu merah pun tetap diterobos saja. Entah bagaimana ceritanya mobil sipil biasa bisa dikawal polisi seperti itu.

Pastinya masih banyak lagi kejadian2 serupa di luar sana dan mungkin lebih memuakkan lagi daripada yang pernah saya alami. Sekedar info saja, kendaraan2 yang mendapat prioritas untuk melewati jalan sudah diatur dalam Pasal 134 UULLAJ jo Pasal 65 ayat (1) PP 43/1993 sesuai urutan berikut:
a. Kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas
b. Ambulans yang mengangkut orang sakit
c. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada Kecelakaan Lalu Lintas
d. Kendaraan pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia
e. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara
f. Iring-iringan pengantar jenazah
g. Konvoi dan/atau Kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia*
*Yang dimaksud dengan “kepentingan tertentu” adalah kepentingan yang memerlukan penanganan segera, antara lain, Kendaraan untuk penanganan ancaman bom, Kendaraan pengangkut pasukan, Kendaraan untuk penanganan huru-hara, dan Kendaraan untuk penanganan bencana alam.

Jadi konvoi mobil balap, motor gede, pejabat2 selain yang termasuk di dalam poin "d" dan "e" sebetulnya TIDAK PERLU DIKAWAL POLISI. Kalaupun dikawal polisi saya tetap saja muak dengan arogansinya yang memerintah para pengguna jalan untuk minggir walaupun jalur kanan sepi, klakson2 walaupun jalanan sedang sangat macet karena proyek.

Saya akhiri postingan ini juga dengan penggalan lirik sebuah lagu karya musisi country Junior Brown. Sekian dan terima kasih.



I got a star on my car and one on my chest
A gun on my hip and the right to arrest 
I'm the guy who's the boss on this highway
So watch out what you're doin'  when you're drivin' my way

No comments: