14 October 2013

Rumah Allah

Setiap tahun jutaan manusia menunaikan ibadah haji dengan aneka paket mulai dari paket yang waiting list-nya dibawah 5 tahun dengan fasilitas bagus hingga paket yang waiting list-nya bisa mencapai hampir 10 tahun. Setiap Jumat, Sabtu dan Minggu ratusan juta manusia berduyun2 pergi ke praystation dengan pakaian sebaik mungkin, dengan pengharum badan sewangi mungkin dan dengan uang sedekah sebanyak mungkin. Setiap hari, setiap jam, setiap menit selalu ada saja manusia yang datang ke praystation. Dan masih sering kita temui parameter bahwa salah satu indikator kualitas manusia adalah dari frekuensi perginya seseorang ke praystation masing2 -apalagi di Indonesia.

Aneka cara ditempuh untuk menggalang dana pembangunan praystation; melalui yayasan2, melalui acara2 amal, melalui event2 dakwah yang terorganisir hingga cara sederhana seperti menaruh tong sumbangan di tengah jalan. Upaya2ini dilakukan untuk memastikan agar praystation dibangun sebagus mungkin, senyaman mungkin, semegah2nya dan sebanyak2nya. Sebuah bisnis surgawi yang luar biasa bernilai besar -tentu saja- karena praystation adalah "rumah Allah", untuk masuk ke dalamnya saja kita dihimbau agar bersih, rapi dan juga wangi. Praystation bukanlah bangunan fisik belaka tapi juga "bangunan spiritual", untuk manusia saja kita selalu tampil baik mengapa untuk allah tidak? Untuk manusia saja kita membeli yang baik2 mengapa untuk Allah tidak? -begitu kurang lebihnya.

Persoalannya bukanlah seberapa mahal biaya yang dibutuhkan untuk membangun praystation, bukan pula mengenai seberapa bersih kita ketika hendak masuk ke dalamnya, melainkan sejak kapan praystation dikonotasikan sebagai rumah Allah? Kita begitu gusar ketika rumah Allah dikotori -apalagi dirusak. Kita begitu terobsesi memperindah dan memperbanyak rumah Allah. Yang paling parah adalah merusak rumah Allah versi agama lain Merusak rumah Allah tentu adalah perbuatan yang salah, memperindah rumah Allah juga tidak dilarang, tapi itu kan cuma bangunan buatan tangan manusia. Sikap yang kurang lebih sama kita peruntukkan pada yang namanya kitab suci dan pada agama itu sendiri.

Terkadang obsesi kita pada rumah Allah, kitab suci dan agama bisa membuat sesama manusia saling membunuh padahal manusia jelas2 lebih berharga daripada rumah Allah dan kitab suci, kenapa? Karena manusia adalah ciptaan Allah sedangkan rumah Allah, kitab suci  dan agama adalah buatan manusia. Jangan pula lupa bahwa agama Allah. Contoh yang jauh lebih sederhana adalah bagaimana bisa kita bersikap santun dan lembut ketika bertamu ke rumah Allah tapi di luar rumah Allah kita meludah sembarangan, meninggalkan banyak sampah sesudah beribadah, merekayasa cuaca, membakar hutan, memanipulasi tanaman dan hewan agar cepat berkembang dan berdaging banyak, memboroskan energi, mengotori pantai dan lautan, membantai hewan2 yang jumlahnya sudah sangat terbatas.

Rumah Allah

Rumah Allah bisa dengan mudahnya hancur lalu kita perbaiki atau bangun lagi di lain tempat dan waktu. Tapi ketika seluruh alam rusak apa kita bisa memperbaiki dan membangunnya lagi? Alam adalah rumah Allah yang sebenarya. Alam adalah rumah untuk orang Yahudi, Islam, Kristen, orang beragama apapun termasuk orang yang tidak beragama. Alam adalah rumah untuk orang cacat, orang gila, orang kaya. Alam adalah rumah untuk aneka hewan dan tanaman. Alam adalah rumah untuk batu, air, udara dan beragam benda. Alam adalah rumah untuk kita semua tanpa pernah pilih kasih, tanpa pernah menuntut kita untuk menebar asumsi dan kebencian pada manusia yang tidak seagama, tanpa pernah meminta kita mendengarkan orang yang berdakwah tentang surga dan neraka, tanpa pernah meminta kaum homoseksual "bertobat", tanpa pernah melabeli budaya tribal sebagai sesuatu yang primitif dan tidak beradab.

Tugas kita hanyalah untuk menjaga balance sebisa mungkin karena ya cuma kita yang bisa menjaganya, hewan tidak bisa, tanaman juga tidak bisa, apalagi benda mati. Alam semesta adalah satu sistem, kita adalah bagiannya, bukan berada di atasnya. Kalau nanti mati kita akan kembali ke alam, bukan ke praystation, sama seperti hewan dan tanaman. Jadi jangan arogan.


Rumah Allah

No comments: