26 May 2014

Homo Sapiens Home

Manusia (Uni Sovyet) sukses mengorbitkan satelit buatan pertama pada 4 Oktober 1955. Dua tahun berselang, lagi2 Uni Sovyet menjadi perhatian dunia setelah mendaratkan objek buatan manusia di bulan untuk pertama kalinya. Butuh waktu 10 tahun bagi Amerika untuk mempermalukan Uni Sovyet dengan mendaratkan manusia di bulan untuk pertama kalinya pada 20 Juli 1969. Tak mau kalah, Uni Sovyet mendaratkan benda buatan manusia di Mars pada tahun 1973 untuk pertama kalinya, dan Amerka kembali sukses melangkah lebih dengan mendaratkan kendaraan semi-robot bernama Curiosity pada 6 Agustus 2012. Bagaimana kelanjutannya? Kita masih belum tahu benda langit mana lagi yang akan dijadikan sasaran pendaratan manusia atau benda buatan manusia.

Kita, penduduk bumi, sudah cukup akrab dengan berita2 penjelajahan luar angkasa seperti yang dibahas di atas. Beberapa para penggemar segala hal mengenai luar angkasa bahkan sudah terbiasa dan bosan mendengar kabar ditemukannya planet mirip bumi (entah mirip bentuknya, ukurannya, atau apanya?). Tapi apa sebetulnya yang membuat para ilmuwan getol mencari planet mirip bumi? Mau diapakan planet itu kalau memang bisa kita huni? Apa yang akan terjadi dengan bumi kita sendiri? Apakah akan kita tinggalkan? 

Pentingkah kita bertanya? Saya juga kurang tahu. Dari beberapa pertanyaan di atas, ada satu pertanyaan yang mungkin terlewatkan: jika kita menemukan planet baru layak huni, milik siapakah planet itu? Milik Amerika? Russia? Cina? Bisakah kita memilikinya sebagai satu spesies manusia saja tanpa embel2 negara? Ketika ide berpindah ke planet baru direalisasikan barangkali kita sudah dalam keadaan sangat putus asa karena kondisi bumi sudah terlalu buruk -semakin tidak layak untuk dihuni karena tidak terkendalinya polusi air, udara, dan tanah akibat ulah kita sendiri.

Seandainya kita sukses berpindah planet sebagai satu spesies -dan tak lupa mengajak spesies2 lainnya- maka itu adalah hal yang sangat bagus, karena setelah ribuan tahun akhirnya kita bisa bersatu. Ribuan tahun berlalu di planet baru, hal yang dulu terjadi terulang lagi: planet semakin penuh dan sumber daya alamnya mulai habis, manusia mencari planet yang baru lagi. Sebelum planet baru yang lebih baru ditemukan, apa mungkin generasi baru di planet baru nanti akan lupa bahwa manusia berasal dari bumi? Apa mereka akan kaget jika menemukan fosil homo sapiens yang asli ketika mereka menengok bumi? Apa yang terjadi kalau kita, saat ini, menemukan planet layak huni yang di dalam tanahnya ternyata ada fosil manusia purba, mirip Homo Neanderthal misalnya?

Kita sendiri sekarang lupa bagaimana ceritanya kita bisa terdampar di planet bumi. Ada yang bilang kita jatuh dari surga. Ada yang bilang para dewa membuat kita sebagai budak. Ada yang bilang eksistensi kita sebuah keniscayaan dari sistem alam belaka (evolusi). Mana yang benar? Semuanya belum terbukti kebenarannya sampai saat ini (walaupun banyak pihak saling mengklaim kebenarannya masing2). Bukan karena kita bodoh, melainkan karena bukti2 sejarah banyak yang hancur pada saat peperangan, sebagian besar lainnya hancur oleh aktivitas alam yang menyebabkan manusia harus membangun peradaban mulai dari awal lagi. 

Kegiatan kita sebetulnya tak jauh berbeda dengan hewan: makan, bereproduksi, dan bertahan mempertahankan eksistensi. Yang lain2 kita tidak tahu. Termasuk di mana sebetulnya rumah kita yang asli.

Homo Sapiens Home

No comments: