26 July 2014

Lestari


Sebagian dari kita menyaksikan masa depan yang suram. Sebagian lainnya menyaksikan masa depan yang cerah. Sebagian yang lain lagi menyaksikan masa depan yang tidak ada artinya, bukan karena suram, melainkan karena memang tidak bermakna apa2 lagi. Tidak sampai seribu tahun dari sekarang, batas negara sudah tidak ada lagi. Tapi bekas wilayah Amerika, Eropa, Australia, Jepang, dan Korea berakhir sebagai kawasan terlarang karena infrastrukturnya sudah terlalu ketinggalan jaman. Bekas wilayah negara2 Asia lain juga mulai ditinggalkan kecuali Timur-Tengah yang menjadi pusat aktivitas dunia. Afrika menjadi rumah utama yang modern dan ramah lingkungan bagi kita bersama hewan2 dan tanaman2.

Teknologi semakin maju; hakim dan hukum digantikan algoritma, dokter digantikan aplikasi, informasi bertebaran melalui augmented reality, komunikasi digantikan telepati, sumber energi didominasi angin dan sinar mentari, AI dan robot biomekanik menjalankan roda "kehidupan" nyaris tanpa polusi, tanaman dan hewan sehat berkembang, makanan digantikan nutrisi instan minim residu, dan seterusnya. Semuanya menjadi semakin efisien dan sederhana. Kondisi ini membuka era ideal; tidak ada kriminalitas, jarang ada penyakit, pengetahuan mudah diakses. Akibatnya manusia (hampir) tidak perlu berbuat apa2 lagi.

Lalu apa yang manusia lakukan? Tidak banyak. Tidak sampai seratus tahun kemudian spesies manusia punah karena tidak ada kelahiran baru. AI dan robot2 biomekanik menjadi khalifa baru di bumi, bersama tanaman2 dan hewan2 yang tetap hidup lestari.

No comments: