16 January 2015

Lost Hotels of Indonesia Part I: Bali Beach InterContinental Hotel

Lost Hotels of Indonesia Part I: Bali Beach InterContinental Hotel

Bali Beach InterContinental Hotel (BBIH) dibangun pada tahun 1962 atas usulan Presiden Soekarno menjelang rampungnya pembangunan Istana Tampak Siring. Dana pembangunan didapatkan dari hasil rampasan perang di era penjajahan Jepang, tapi anehnya pengerjaannya dilakukan oleh kontraktor Jepang, Taisei Construction, bersama dengan PT. PP Indonesia. Proyek ini rampung ketika Presiden Soekarno sudah lengser dari jabatannya pada tahun 1966, diresmikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan manajemen operasionalnya diserahterimakan kepada InterContinental Hotels -pada waktu itu InterContinental Hotels adalah jaringan hotel mewah yang didirikan oleh PanAm sebagai tempat menginap untuk para kru kabin pesawatnya dan juga untuk para turis yang terbang berwisata menggunakan PanAm.

Berlokasi tepat di tepi pantai Sanur dengan pemandangan Gunung Agung di utara dan Nusa Lembongan di timur, BBIH merupakan hotel dengan luas lebih dari 40 hektar yang dilengkapi dengan fasilitas terbaik di Bali pada saat itu. BBIH juga merupakan hotel tertinggi di Bali (10 lantai) hingga detik ini -hal ini dikarenakan pada saat itu belum ada peraturan mengenai batas tinggi maksimal bangunan di Bali. Pada awalnya hotel ini terdiri dari 605 kamar yang berada di bangunan utama dan 41 cottage yang berada di samping bangunan utama. Fasilitas yang dimiliki antara lain; 4 specialty restaurant, 1 casual restaurant, 2 lounge, 3 bar (termasuk 1 pool bar), 2 ruangan serba guna dengan total kapasitas 900 orang, 2 kolam renang, kantor maskapai penerbangan, kantor pos, dokter jaga, lapangan tenis, lapangan golf, persewaan mobil dan perahu layar, tour desk, dan masih banyak lagi.

Di eranya, hotel ini berjarak tidak sampai 10 menit perjalanan dari pusat pemerintahan kota Denpasar, 15 menit dari Pasar Seni Sukawati, 30 menit dari Ubud dan Bandara Udara Ngurah Rai, dan 40 menit dari Istana Tampak Siring.

Di penghujung dekade 60an pemerintah Indonesia menjalankan kebijakan guided tourism pada hotel2 milik pemerintah dimana tarif kamar hotel ditentukan oleh pemerintah, bukan oleh pengelola hotel. Dampak dari kebijakan ini adalah turunnya daya saing hotel2 milik pemerintah yang diikuti dengan memburuknya pelayanan, fasilitas tidak terjaga dengan baik, dan berujung pada masalah finansial. Hal ini menyebabkan InterContinental Hotels, selaku pengelola BBIH, berhenti mengelola BBIH pada pertengahan tahun 1979. BBIH kemudian berganti nama menjadi Bali Beach Hotel yang manajemennya dilakukan oleh PT. Hotel Indonesia International (HII), sebuah BUMN yang bergerak di bidang perhotelan. Ekspansi besar Bali Beach Hotel dilakukan di penghujung tahun 1979 dengan membangun garden wing dan menambah jumlah cottage dari 41 unit menjadi 111 unit. Ekspansi di tengah krisis finansial internal terbukti membawa masalah besar dan hingga kini Bali Beach Hotel belum berhasil meraih kejayaannya di masa lalu.

Pada 20 Januari 1993 hampir seluruh bagian gedung utama dan cottage hotel ini terbakar habis kecuali kamar 327 dan cottage 2401. Isi kedua kamar dan cottage tersebut sama sekali tidak tersentuh api. Banyak pihak mengaitkan hal ini dengan Ratu Pantai Selatan dan Bung Karno -sepanjang hidupnya Bung Karno sendiri belum sempat menempati kamar itu. Pemerintah menunjuk PT. PP untuk memperbaiki kerusakan sebelum membukanya kembali pada September 1993 dengan nama baru The Grand Bali Beach. Peresmian dilakukan oleh Presiden Soeharto. Sejak peresmian ulang, kamar 327 dan cottage 2401 tidak dijual lagi hingga saat ini.

The Grand Bali Beach berganti nama menjadi Inna Grand Bali Beach hingga saat ini. Statusnya sebagai hotel bintang lima sudah sangat meredup karena kurangnya pemeliharaan dan persaingan yang sangat ketat seiring munculnya ratusan hotel baru di Bali.

Lost Hotels of Indonesia Part I: Bali Beach InterContinental HotelLost Hotels of Indonesia Part I: Bali Beach InterContinental HotelLost Hotels of Indonesia Part I: Bali Beach InterContinental HotelLost Hotels of Indonesia Part I: Bali Beach InterContinental HotelLost Hotels of Indonesia Part I: Bali Beach InterContinental HotelLost Hotels of Indonesia Part I: Bali Beach InterContinental HotelLost Hotels of Indonesia Part I: Bali Beach InterContinental HotelLost Hotels of Indonesia Part I: Bali Beach InterContinental HotelLost Hotels of Indonesia Part I: Bali Beach InterContinental HotelLost Hotels of Indonesia Part I: Bali Beach InterContinental HotelLost Hotels of Indonesia Part I: Bali Beach InterContinental HotelLost Hotels of Indonesia Part I: Bali Beach InterContinental Hotel

No comments: